Menu

Dark Mode
Piala Dunia, Judi Bola, dan Kewaspadaan Ruang Siber Nasional Judi Daring Ancam Generasi Muda, Pemerintah Tingkatkan Upaya Pencegahan Koperasi Desa Merah Putih Buka Lapangan Kerja dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Koperasi Desa Merah Putih Diharapkan Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan Listrik Desa dan Fondasi Pemerataan Pembangunan Nasional Listrik Desa Papua Jadi Bukti Nyata Komitmen Pembangunan Hingga Pelosok Negeri

Berita

Kecam Tindakan Separatis OPM, Tokoh Papua Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian

badge-check


					Kecam Tindakan Separatis OPM, Tokoh Papua Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian Perbesar

Papua — Meningkatnya aksi kekerasan bersenjata oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Papua Tengah menuai kecaman keras dari berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah. Mereka menilai tindakan OPM tidak hanya merusak keamanan, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan agama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Papua.

Dalam kunjungan reses ke Nabire, Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, mengungkapkan kekerasan oleh OPM yang terjadi di wilayah seperti Puncak, Intan Jaya, dan Dogiyai telah menciptakan ketakutan mendalam di tengah masyarakat. Fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit lumpuh, dan warga hidup dalam ketidakpastian masa depan, terutama anak-anak yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan.

“Kami berharap seluruh unsur pemerintahan daerah bekerja sama, bersinergi dan berkolaborasi dalam menangani masalah Papua Tengah” kata Yorrys.

Sementara itu, Ketua Klasis Baliem Yalimo, Pendeta Eduard Su, menyesalkan aksi penyerangan OPM terhadap gereja yang sedang dibangun. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai penghinaan terhadap tempat suci dan bentuk kejahatan kemanusiaan yang sudah melampaui batas. Eduard menyerukan kepada masyarakat Papua untuk bersatu melawan teror dan menegakkan nilai-nilai perdamaian.

“Gereja adalah simbol damai, bukan medan pertumpahan darah. Pembunuhan terhadap dua warga yang tengah membangun rumah Tuhan adalah bentuk kebiadaban,” ujarnya.

Kecaman serupa juga datang dari Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere. Ia menegaskan bahwa tindakan OPM bukan perjuangan kemerdekaan, melainkan teror terhadap orang asli Papua sendiri.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini adalah aksi terorisme. Kami akan bersinergi dengan TNI-Polri untuk mengusut tuntas dan memulihkan rasa aman masyarakat,” tegas Ronny.

Tokoh gereja Papua lainnya, Socratez Yoman, menyampaikan dukungan terhadap program-program Presiden Prabowo Subianto dan mendoakan agar beliau senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas negara. Ia berharap pemimpin nasional dapat membawa solusi damai dan adil bagi masyarakat Papua.

Solidaritas antara pemimpin daerah, tokoh agama, dan masyarakat Papua menjadi kunci penting dalam menolak kekerasan dan mengembalikan harapan akan masa depan yang aman, damai, dan bermartabat di Tanah Papua.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Pencegahan Korupsi melalui Pendidikan, Monitoring, dan Koordinasi Lintas Lembaga

26 June 2026 - 07:04

Pemerintah Kawal Program Prioritas agar Bebas Korupsi dan Tepat Sasaran

26 June 2026 - 07:04

Program Listrik Desa di Papua Hadirkan Terang dan Harapan Hingga Pelosok Negeri

26 June 2026 - 07:04

Puluhan Ribu Koperasi Desa Siap Beroperasi, Peluang Ekonomi Lokal Kian Terbuka

26 June 2026 - 07:04

Presiden Prabowo Dorong Akselerasi Listrik Desa, Wilayah 3T Jadi Prioritas

26 June 2026 - 07:04

Trending on Berita