Menu ✖

Dark Mode
Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Kopdes Merah Putih Buka Jalan Ekspor, Komoditas Desa Tembus Pasar Dunia Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha 23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

Berita

23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

badge-check


					23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa Perbesar

Jakarta – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai memasuki tahap operasional setelah pembangunan sekitar 23 ribu bangunan koperasi rampung di berbagai daerah. Pemerintah kini mempercepat proses verifikasi dan validasi sekaligus menyiapkan penempatan puluhan ribu manajer untuk menjalankan kegiatan usaha koperasi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sebanyak 28.626 manajer KDKMP telah melewati proses rekrutmen dan pelatihan. Surat Keputusan (SK) pengangkatan juga telah disiapkan beserta ketentuan gaji dan tunjangan.

“Manajer-manajer yang kemarin direkrut, dilatih, juga sudah dibuatkan SK-nya dan kemudian sudah ditetapkan besaran gaji dan tunjangannya,” ujarnya.

Para manajer akan ditempatkan secara bertahap pada koperasi yang telah memenuhi kesiapan infrastruktur dan kelengkapan operasional.

“Dan kemudian nanti didistribusikan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang bangunan fisik gudang gerai dan alat kelengkapannya sudah selesai dibangun,” jelas Ferry.

Dari sekitar 23 ribu bangunan KDKMP yang telah selesai, sekitar 17 ribu titik masih menjalani proses verifikasi dan validasi. Pemeriksaan dilakukan terhadap aspek administrasi maupun kondisi di lapangan sebelum koperasi dinyatakan siap beroperasi.

Ferry menegaskan kesiapan Kopdes Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga kemampuan koperasi menjalankan kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Keberadaan Kopdes tidak cukup diukur dari aspek fisiknya, tapi juga dari kemampuan koperasi tersebut untuk beroperasi, melayani anggota, dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sejumlah KDKMP ditargetkan mulai memasuki tahap soft launching operasional pada Oktober 2026 setelah proses penempatan manajer dan verifikasi kesiapan koperasi selesai.

“Dan mungkin bulan Oktober ini juga sudah mulai soft launching untuk operasionalnya, gitu,” tambah Ferry.

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan 20 persen hasil KDKMP akan menjadi pendapatan asli desa (PADes).

“Koperasi Desa Merah Putih ini tetap sifatnya sebenarnya dari kepala-kepala desa. Karena dia dilahirkan dari musyawarah desa khusus,” ucapnya.

Menurut Yandri, koperasi tersebut tumbuh dari proses musyawarah dan potensi ekonomi masing-masing desa.

“Jadi ini benar-benar sebenarnya dilahirkan dari desa,” pungkasnya.

Kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan memperluas kegiatan usaha masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, serta menambah sumber pendapatan bagi desa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Siapkan Anggaran Koperasi Merah Putih, Pembayaran Dijamin Transparan

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Optimistis Penempatan Manajer Kopdes Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

KDMP Diperluas Bertahap di Papua Tengah, Kesiapan Wilayah Jadi Prioritas

27 September 2026 - 12:15

Gerai KDMP Buka Akses Pasar Produk Lokal Papua

27 September 2026 - 12:15

Trending on Berita