Menu

Dark Mode
Prabowo Dorong E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional Pemerintah Siapkan E50 sebagai Bagian dari Strategi Ketahanan Energi Kolaborasi Akademisi, Industri, dan Pemerintah Menjadi Kunci Keberhasilan Energi E50 Setelah B50, E50 Menjadi Tahap Baru Menuju Kemandirian Energi Indonesia Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

Berita

Refleksi September Hitam, Pemuda Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan

badge-check


					Refleksi September Hitam, Pemuda Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan Perbesar

JAKARTA – Mencuatnya isu September Hitam 2026 di ruang publik menjadi momentum bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan hak asasi manusia (HAM) sekaligus menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan aspirasi secara kritis, namun tetap mengedepankan sikap bijak dan bertanggung jawab.

Aktivis pemuda dan mahasiswa, M. Fad, mengajak mahasiswa dan masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan melakukan verifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi palsu maupun narasi yang berpotensi memicu konflik.

“Jangan terprovokasi oleh media maupun media sosial terkait hoaks-hoaks yang bertebaran, yang bertujuan menjatuhkan pimpinan, presiden, maupun pejabat kita semua,” ujar M. Fad.

Ia menilai penyampaian aspirasi dan kepedulian terhadap isu HAM merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut perlu dijalankan dengan mengutamakan dialog, kedamaian, serta penghormatan terhadap perbedaan pandangan. Mahasiswa juga diharapkan dapat mengarahkan energi mereka pada kegiatan yang membangun dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Supaya jangan terjadi konflik di masyarakat, mari masyarakat menjalin perkumpulan yang positif. Salah satunya untuk edukasi dan melakukan hal-hal yang positif,” katanya.

Senada dengan pentingnya literasi informasi, Ketua Umum HMI Komisariat Hukum Unsoed, Mizar Hilman, mengingatkan bahwa popularitas isu HAM di media sosial belum otomatis menunjukkan pemahaman yang mendalam dari generasi muda.

Menurutnya, konten singkat di platform digital dapat menjadi pintu awal untuk mengenali suatu persoalan, tetapi perlu dilanjutkan dengan membaca sumber terpercaya dan memahami kronologi secara utuh.

“Belum tentu bahwa mereka itu memahami secara betul atau bahkan mereka hanya mengikuti tren saja,” kata Mizar.

Karena itu, generasi muda diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membagikan konten. Kepedulian terhadap HAM perlu diwujudkan melalui pemahaman yang lebih mendalam, diskusi konstruktif, kegiatan sosial, serta penghormatan terhadap hak orang lain.

Sinergi pemerintah, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ruang demokrasi yang sehat sekaligus menjaga keamanan dan persatuan di tengah dinamika isu September Hitam.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prabowo Dorong E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

24 September 2026 - 00:54

Pemerintah Siapkan E50 sebagai Bagian dari Strategi Ketahanan Energi

24 September 2026 - 00:54

Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau

24 September 2026 - 00:54

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

24 September 2026 - 00:54

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

24 September 2026 - 00:54

Trending on Berita