Menu

Dark Mode
HUT Ke-81 RI, Pemerintah Perkuat B50 untuk Ketahanan Energi Indonesia B50 Jadi Momentum Kemerdekaan Energi dari Ketergantungan Impor Minyak HUT Ke-81 RI, B50 dan Agenda Besar Membebaskan Indonesia dari Ketergantungan BBM Impor B50 Langkah Strategis Menuju Kemerdekaan Energi Indonesia Sekolah Rakyat Masuk Kajian Evidence-Based Policy untuk Penyempurnaan Program Sekolah Rakyat Didorong Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data

Berita

Sekolah Rakyat Masuk Kajian Evidence-Based Policy untuk Penyempurnaan Program

badge-check


					Sekolah Rakyat Masuk Kajian Evidence-Based Policy untuk Penyempurnaan Program Perbesar

Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat menjalin kerja sama untuk memperkuat pelaksanaan program Sekolah Rakyat dengan menghadirkan kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy), sehingga pelaksanaan Program Sekolah Rakyat tidak hanya menjawab kebutuhan pendidikan, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono mengatakan pihaknya siap mendukung Kemensos melalui jejaring riset yang dimiliki.

“BRIN siap mendukung Kementerian Sosial. Silakan segera berkirim surat mengenai kebutuhan kajian maupun teknologi yang diperlukan agar dapat segera kami tindak lanjuti bersama,” ujar Prof. Nunung.

BRIN akan memberikan dukungan berupa kajian berbasis bukti (evidence-based policy) untuk mengevaluasi dampak penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus memberikan rekomendasi penyempurnaan kebijakan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan “Kajian tersebut tidak hanya menilai perkembangan peserta didik, tetapi juga mencakup ekosistem penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari infrastruktur, kurikulum, tata kelola, hingga berbagai aspek pendukung lainnya,” kata Prof. Nunung.

Selain riset, BRIN juga menawarkan berbagai teknologi yang dapat diterapkan di Sekolah Rakyat. Di antaranya teknologi pencarian sumber air, pemanenan air hujan, desalinasi air, daur ulang air, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo mengatakan Sekolah Rakyat menjadi prioritas karena mengemban misi memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Keterlibatan BRIN dinilai akan memperkuat pencapaian tujuan tersebut.

“Kalau sejak awal BRIN terlibat melalui riset dan kajian, tentu akan memperkuat Sekolah Rakyat. Hasil riset itu nantinya juga bisa menjelaskan kepada publik bagaimana perubahan yang terjadi pada para siswa serta penyempurnaan kebijakan yang perlu dilakukan ke depan,” jelas Agus.

Selain mendukung Sekolah Rakyat, Kemensos dan BRIN juga membahas peluang kolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi tepat guna bagi kelompok rentan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemanfaatan hasil riset BRIN untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Kolaborasi antara Kemensos dan BRIN juga diharapkan menghasilkan berbagai inovasi yang dapat mendukung kualitas lingkungan belajar di Sekolah Rakyat, baik melalui penerapan teknologi maupun penyempurnaan tata kelola. Dengan demikian, Program Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HUT Ke-81 RI, Pemerintah Perkuat B50 untuk Ketahanan Energi Indonesia

5 August 2026 - 10:14

B50 Jadi Momentum Kemerdekaan Energi dari Ketergantungan Impor Minyak

5 August 2026 - 10:14

Sekolah Rakyat Didorong Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data

5 August 2026 - 10:14

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk Puluhan Juta KPM pada HUT RI ke-81

5 August 2026 - 10:14

Bantuan Beras 30 Kg Disalurkan Mulai 17 Agustus sebagai Kado Kemerdekaan

5 August 2026 - 10:13

Trending on Berita