Menu

Dark Mode
HUT Ke-81 RI, Pemerintah Perkuat B50 untuk Ketahanan Energi Indonesia B50 Jadi Momentum Kemerdekaan Energi dari Ketergantungan Impor Minyak HUT Ke-81 RI, B50 dan Agenda Besar Membebaskan Indonesia dari Ketergantungan BBM Impor B50 Langkah Strategis Menuju Kemerdekaan Energi Indonesia Sekolah Rakyat Masuk Kajian Evidence-Based Policy untuk Penyempurnaan Program Sekolah Rakyat Didorong Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data

Berita

Sekolah Rakyat Didorong Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data

badge-check


					Sekolah Rakyat Didorong Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data Perbesar

JAKARTA – Program Sekolah Rakyat terus didorong sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan yang mengandalkan data akurat. Melalui pendekatan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan berasrama yang gratis dan bermutu.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa pendidikan menjadi cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Ia menilai Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang yang dampaknya bersifat mendasar.

“Cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan. Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang yang strategis. Dampaknya mungkin tidak instan, tetapi akan membentuk perubahan yang bersifat mendasar dan berkelanjutan,” ujar Fajar.

Menurutnya, guru di Sekolah Rakyat tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi siswa. Kedekatan dan kualitas interaksi menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

Hingga saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 lokasi yang tersebar di berbagai provinsi dan menjangkau hampir 15.000 siswa. Program ini menerapkan sistem multi-entry multi-exit yang memungkinkan siswa masuk dan menyelesaikan pendidikan sesuai kesiapan belajar, tanpa menjadikan tes akademik sebagai satu-satunya prasyarat. Sasaran utama adalah anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan DTSEN, termasuk mereka yang putus sekolah atau berisiko putus sekolah.

Di sisi dukungan keilmuan, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono menyampaikan kesiapan lembaga riset untuk memperkuat program pengentasan kemiskinan, termasuk melalui Sekolah Rakyat.

“BRIN siap mendukung Sekolah Rakyat dengan pendekatan berbasis data dan evaluasi yang berkelanjutan agar intervensi lebih tepat sasaran serta memberikan dampak jangka panjang,” ujar Nunung.

Pemerintah menargetkan perluasan program secara bertahap, termasuk pembangunan sekolah permanen dan peningkatan jumlah peserta didik pada tahun ajaran baru. Kolaborasi lintas kementerian serta pemanfaatan data terpadu menjadi kunci agar anak-anak dari keluarga rentan mendapatkan layanan pendidikan yang layak, sambil keluarga mereka didorong semakin mandiri secara ekonomi.

Dengan pendekatan berbasis data yang terus diperkuat, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi salah satu jalur efektif dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang lebih inklusif dan terarah.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HUT Ke-81 RI, Pemerintah Perkuat B50 untuk Ketahanan Energi Indonesia

5 August 2026 - 10:14

B50 Jadi Momentum Kemerdekaan Energi dari Ketergantungan Impor Minyak

5 August 2026 - 10:14

Sekolah Rakyat Masuk Kajian Evidence-Based Policy untuk Penyempurnaan Program

5 August 2026 - 10:14

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk Puluhan Juta KPM pada HUT RI ke-81

5 August 2026 - 10:14

Bantuan Beras 30 Kg Disalurkan Mulai 17 Agustus sebagai Kado Kemerdekaan

5 August 2026 - 10:13

Trending on Berita