Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Berita

Cek Kesehatan Gratis Dorong Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Sejak Dini

badge-check


					Cek Kesehatan Gratis Dorong Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Sejak Dini Perbesar

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini.

Selain menjangkau peserta didik di seluruh Indonesia, program ini juga menjadi sarana deteksi awal berbagai penyakit dan faktor risiko kesehatan di masyarakat.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Kurnia Ramadhana, mengatakan program CKG sekolah telah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten/kota.

“Sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, CKG sekolah sudah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten/kota,” ujar Kurnia.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan di sekolah sesuai jadwal kunjungan puskesmas dan mencakup kesehatan fisik maupun kejiwaan peserta didik. Pemeriksaan meliputi aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, kesehatan mata, telinga, gigi, hingga kondisi kejiwaan.

“Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan pada anak yaitu tingkat aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga kejiwaan,” jelasnya.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan karies gigi menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan, yakni sebesar 40,8 persen.

Temuan lainnya meliputi anemia pada 27,3 persen remaja putri, hipertensi 21,7 persen, serumen impaksi 6,9 persen, dan obesitas 6,7 persen.

Pemerintah menargetkan program ini menjangkau lebih dari 50,2 juta peserta didik di 303.263 sekolah sepanjang 2026.

“Program ini bermanfaat besar bagi siswa, orang tua, serta sekolah sebagai penyelenggara pendidikan,” kata Kurnia.

Sementara itu, pelaksanaan CKG di Kabupaten Tabanan juga menunjukkan pentingnya deteksi dini.

Dari hasil pemeriksaan yang telah diinput ke aplikasi Satu Sehat Indonesia (SSI), petugas menemukan kasus hipertensi, diabetes melitus, obesitas, berat badan berlebih, hiperglikemia, hingga hiperkolesterolemia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, menegaskan pemeriksaan kesehatan berkala menjadi langkah penting untuk menemukan penyakit maupun faktor risikonya sebelum muncul gejala.

“Pemeriksaan ini bagian dari upaya deteksi dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat dapat segera melakukan langkah penanganan dan pengendalian,” ujarnya.

Selain penyakit tidak menular, pemeriksaan juga menemukan ISPA, bronkitis akut, diare akut tanpa dehidrasi, dispepsia, varicella, katarak, serta berbagai masalah kesehatan gigi seperti karies dan gingivitis.

“Jangan menunggu sampai muncul keluhan. Pemeriksaan secara berkala penting, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit tidak menular,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

25 September 2026 - 13:21

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

25 September 2026 - 13:21

Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

25 September 2026 - 13:21

Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

25 September 2026 - 13:21

Presiden Prabowo Dorong Bensin Batubara untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

25 September 2026 - 13:21

Trending on Berita