Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Berita

BGN Pastikan Program MBG Tetap Berjalan Tanpa Mengganggu Anggaran Pendidikan

badge-check


					BGN Pastikan Program MBG Tetap Berjalan Tanpa Mengganggu Anggaran Pendidikan Perbesar

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus tetap berjalan seperti biasanya tanpa mengganggu pos anggaran pendidikan. Pihaknya juga memastikan bahwa sekolah yang rusak bukan disebabkan oleh program MBG, sehingga program ini tidak bisa dijadikan kambing hitam atas masih banyaknya bangunan sekolah yang rusak diberbagai daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono saat ditenui awak media di kantor BGN Jakarta.

Ia menjelaskan persoalan seperti bangunan sekolah yang rusak hingga kesejahteraan guru honorer sudah ada sebelum program MBG diluncurkan.

Menurut Sudaryono, kondisi sekolah rusak bukan merupakan dampak dari pelaksanaan MBG. Dia menilai beberapa bangunan sekolah yang rusak sudah terjadi sebelum ada program MBG.

“Dulu enggak ada MBG kan sekolah itu ada yang rusak bolong, apa semua? Itu kan enggak karena terus kemudian Pak Prabowo jadi presiden, ada MBG, terus sekolahnya mendadak jadi rusak, kan enggak,” ujarnya.

“Dulu ke mana? Anda harusnya bertanya dong ya dulu ke mana? Yang sekolah rusak itu dulu duit yang untuk MBG mestinya dari kemarin-kemarin dong, enggak ada MBG harusnya sekolah sudah bagus semua,” ungkap Sudaryono.

Kepala BGN Sudaryono menambahkan pada tahun ini pemerintah berencana memperbaiki 16.000 sekolah. Namun, jumlahnya kemungkinan akan meningkat menjadi 90.000 sekolah.

Selain itu, pemerintah menargetkan perbaikan akan menjangkau sekitar 300.000 hingga 400.000 sekolah secara bertahap.

Sudaryono juga membantah kehadiran MBG menyebabkan gaji guru honorer menjadi kecil. Menurutnya, rendahnya gaji guru honorer sudah terjadi sebelum ada MBG.

“Loh dulu enggak ada MBG kan enggak kemudian karena MBG kemudian guru honorer gajinya kecil,” jelasnya.

Dia menyebut Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menaikkan tunjangan bagi guru honorer atau non-ASN sampai Rp 2 juta, meskipun ada MBG.

“Bahkan oleh Pak Presiden kan sudah dipastikan sampai dengan Rp 2 juta ya kan gitu. Dulu kan enggak. Nah sekarang ada MBG katanya dipotong untuk MBG, sekarang kita benahi semua,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

25 September 2026 - 13:21

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

25 September 2026 - 13:21

Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

25 September 2026 - 13:21

Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

25 September 2026 - 13:21

Presiden Prabowo Dorong Bensin Batubara untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

25 September 2026 - 13:21

Trending on Berita