Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Berita

Pemerintah Siapkan Puluhan Proyek Hidrogen Perkuat Energi Bersih

badge-check


					Pemerintah Siapkan Puluhan Proyek Hidrogen Perkuat Energi Bersih Perbesar

JAKARTA – Pemerintah mempercepat pengembangan energi hidrogen melalui puluhan proyek yang tersebar di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi memperkuat transisi menuju energi bersih dan kemandirian energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa hidrogen memiliki potensi strategis karena didukung ketersediaan sumber daya domestik yang melimpah. “Karena hidrogen ini dihasilkan dari air, gas, batu bara, biomassa, bahan baku hidrogen yang ada pada bangsa kita itu tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.

Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) mencatat terdapat 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia dengan total investasi mencapai Rp32 triliun. Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung dekarbonisasi sektor industri, transportasi, dan ketenagalistrikan serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

PT PLN (Persero) turut berperan dalam pembangunan ekosistem hidrogen nasional melalui pengembangan infrastruktur dan produksi hidrogen hijau. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung agenda tersebut. “Hidrogen merupakan solusi transisi dari energi fosil ke energi masa depan. PLN siap memimpin pengembangan ekosistem hidrogen nasional secara terintegrasi,” katanya.

Sejak 2023, PLN telah mengoperasikan 24 Green Hydrogen Plant (GHP) di berbagai lokasi dengan kapasitas produksi mencapai 203,6 ton per tahun. Selain itu, pengembangan Hydrogen Refueling Station (HRS) dan Hydrogen Center juga terus dilakukan guna memperkuat ekosistem hidrogen dari hulu hingga hilir.

Dari sisi riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi produksi biohidrogen berbasis biomassa dan mikroba melalui proses fermentasi. Peneliti BRIN Prof Dwi Susilaningsih menjelaskan bahwa teknologi tersebut dirancang sebagai bagian dari sistem energi terintegrasi. “Targetnya adalah wilayah pesisir atau pulau-pulau kecil yang masih kekurangan energi. Hidrogen dapat memperkuat sistem energi yang sudah ada,” jelasnya.

Kepala BRIN Prof Arif Satria menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan hidrogen nasional. “Persoalan transisi energi, khususnya pengembangan hidrogen, harus dibangun melalui sebuah ekosistem,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga riset, pengembangan hidrogen diharapkan dapat mempercepat hilirisasi inovasi, meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional, serta mendukung terwujudnya sistem energi yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing. .

(*/rls)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

25 September 2026 - 13:21

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

25 September 2026 - 13:21

Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

25 September 2026 - 13:21

Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

25 September 2026 - 13:21

Presiden Prabowo Dorong Bensin Batubara untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

25 September 2026 - 13:21

Trending on Berita