Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Berita

Pemerintah Perkuat Mitigasi Karhutla di Sumatra, Kalimantan, Hingga Jawa

badge-check


					Pemerintah Perkuat Mitigasi Karhutla di Sumatra, Kalimantan, Hingga Jawa Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring meningkatnya risiko kekeringan akibat fenomena El Nino 2026. Upaya tersebut difokuskan pada penguatan sistem peringatan dini, pengamanan ketersediaan air, serta percepatan pencegahan karhutla di wilayah rawan seperti Sumatra, Kalimantan, hingga sebagian Pulau Jawa.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi lintas sektor untuk mengurangi dampak El Nino.

“Antisipasi kemarau yang bersamaan dengan El Nino di tahun ini ada dua fokus utama. Pertama, terkait dengan ketersediaan air melalui pengisian waduk-waduk dengan metode modifikasi cuaca dan lain sebagainya. Kedua, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan melalui pembasahan pada lahan-lahan yang rentan atau sudah terbakar,” ujar Teuku Faisal Fathani.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berbasis data meteorologi, tinggi muka air tanah gambut, dan pemantauan titik panas.

“Kita menjaga agar permukaan air tetap pada kondisi normalnya sehingga gambut tetap jenuh basah dan tidak mudah terbakar,” ujar Faisal.

Selain pembasahan lahan gambut, OMC juga diarahkan untuk menjaga ketersediaan air di waduk strategis, termasuk di kawasan Danau Toba guna mendukung kebutuhan irigasi, air baku, dan pembangkit listrik tenaga air.

BMKG terus memperbarui informasi prakiraan iklim, memantau potensi titik panas, serta menyampaikan peringatan dini kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menekan risiko kerusakan lingkungan sekaligus menjaga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat selama musim kemarau.

Pemerintah pun terus memperkuat koordinasi antara BMKG, BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai unsur terkait dalam pelaksanaan patroli terpadu, pemantauan titik panas, edukasi kepada masyarakat, hingga kesiapan sumber daya pemadaman apabila terjadi kebakaran.

Langkah mitigasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi pada musim kemarau, menjaga kualitas lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman kabut asap, serta memastikan aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik di berbagai daerah rawan karhutla.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

25 September 2026 - 13:21

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

25 September 2026 - 13:21

Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

25 September 2026 - 13:21

Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

25 September 2026 - 13:21

Presiden Prabowo Dorong Bensin Batubara untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

25 September 2026 - 13:21

Trending on Berita