Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Berita

Pemerintah Kejar Koperasi Merah Putih Percepat Perputaran Ekonomi Desa

badge-check


					Pemerintah Kejar Koperasi Merah Putih Percepat Perputaran Ekonomi Desa Perbesar

Jakarta — Pemerintah terus mempercepat penguatan ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP). Program ini dirancang sebagai strategi memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menjadikan koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus memperluas akses pembiayaan, distribusi barang, dan pemasaran produk lokal.

Melalui KMP, pemerintah membangun sistem distribusi yang lebih efisien untuk memperkuat rantai pasok kebutuhan pokok hingga ke tingkat desa. Kehadirannya juga diharapkan mampu menggerakkan usaha produktif, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta mempercepat perputaran ekonomi di daerah.

Presiden Prabowo Subianto menyebut program KMP diproyeksikan menciptakan perputaran uang sebesar Rp223 triliun per tahun di desa-desa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. KMP juga akan menjadi pusat penyaluran barang subsidi dan bantuan pemerintah agar lebih tepat sasaran.

“Kita proyeksikan KMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa,” kata Presiden Prabowo.

Selain memperkuat aktivitas ekonomi, KMP juga dikembangkan sebagai ekosistem koperasi modern berbasis digital yang mendukung ketahanan pangan, layanan simpan pinjam, serta pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebagai pusat layanan ekonomi desa yang terintegrasi, KMP akan dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa dengan harga terjangkau, gudang, hingga gudang pendingin untuk membantu petani dan nelayan menyimpan hasil panen maupun tangkapan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan KMP bukan supermarket dan tidak akan bersaing dengan pelaku usaha yang telah ada. Koperasi tersebut akan berperan sebagai infrastruktur pemerintah untuk mendukung penyaluran subsidi dan bantuan.

“Selalu kami jelaskan bahwa koperasi ini bukan supermarket. Koperasi ini adalah infrastruktur pemerintah untuk nanti menyalurkan barang-barang subsidi dan barang-barang bantuan pemerintah,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan optimal, pemerintah terus memperkuat sinergi antarkementerian dan pemerintah daerah melalui pendampingan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi tata kelola, serta penguatan akses pembiayaan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan produktivitas desa, serta mendorong pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

25 September 2026 - 13:21

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

25 September 2026 - 13:21

Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

25 September 2026 - 13:21

Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

25 September 2026 - 13:21

Presiden Prabowo Dorong Bensin Batubara untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

25 September 2026 - 13:21

Trending on Berita