Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Berita

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru

badge-check


					Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru Perbesar

Bali – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove tidak hanya menjadi langkah penting dalam memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi hijau melalui mekanisme perdagangan karbon internasional.

Pemerintah menilai kekayaan ekosistem mangrove Indonesia dapat menjadi modal strategis untuk menciptakan sumber pendanaan baru, memperluas investasi hijau, sekaligus menghadirkan lapangan kerja bagi masyarakat.

Gerakan nasional rehabilitasi mangrove kini terus diperkuat dengan melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat. Program tersebut telah dilaksanakan secara serentak di 162 titik di 37 provinsi dengan melibatkan ribuan peserta.

“Penanaman mangrove dapat dikolaborasikan dengan kegiatan bisnis melalui mekanisme pasar karbon internasional. Aktivitas yang menghasilkan karbon dapat dikompensasi melalui pasar karbon, sehingga menghasilkan pendanaan yang cukup besar,” kata Jumhur.

Menurut Jumhur, mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan pada umumnya. Keunggulan tersebut menjadikan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu solusi strategis untuk menekan emisi karbon sekaligus menarik investasi hijau.

Pemerintah juga tengah menghitung kontribusi sektor pemulihan lingkungan berbasis pasar karbon terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta potensi penyerapan tenaga kerja dalam beberapa tahun mendatang.

“Berdasarkan berbagai perhitungan yang kami lakukan, membangun Indonesia melalui pemulihan lingkungan dengan memanfaatkan mekanisme pasar karbon merupakan kegiatan usaha yang menguntungkan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menilai pengelolaan mangrove harus terus diperkuat karena memiliki fungsi ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat pesisir. Saat meninjau kawasan mangrove di Bali, ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem tersebut sebagai penyangga kehidupan.

“Karena mangrove adalah ginjalnya bumi, mampu menyaring limbah, polusi, sampah. Mangrove juga menahan abrasi air laut. Mangrove sumber kehidupan masyarakat, dari kepiting, ikan, udang yang menjadi sumber penghasilan masyarakat. Mari kita terus lestarikan mangrove Indonesia,” ujar Rohmat.

Selain itu, Rohmat menegaskan pemerintah terus memperkuat program Perhutanan Sosial sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan.

“Jadi ini adalah peluang yang harus kita dorong ke depan bagaimana perdagangan karbon manfaatnya bukan hanya kepada swasta atau investor tetapi juga untuk masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ujarnya.

[w.R]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

25 September 2026 - 13:21

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

25 September 2026 - 13:21

Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

25 September 2026 - 13:21

Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

25 September 2026 - 13:21

Presiden Prabowo Dorong Bensin Batubara untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

25 September 2026 - 13:21

Trending on Berita