Menu ✖

Dark Mode
Masyarakat Diimbau Tidak Terprovokasi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di USTJ Survei Catat Kepuasan Publik 79,3 Persen Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran Survei Soroti Kepuasan Publik atas Program Pro-Rakyat 2 Tahun Prabowo-Gibran Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat Jelang Awal Musim Hujan

Berita

PFII Disiapkan Jadi Instrumen Baru Memperkuat Rupiah dan Daya Saing Keuangan RI

badge-check


					PFII Disiapkan Jadi Instrumen Baru Memperkuat Rupiah dan Daya Saing Keuangan RI Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi sektor keuangan nasional melalui pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai instrumen baru untuk meningkatkan daya saing industri keuangan, memperluas sumber pembiayaan pembangunan, serta memperkuat ketahanan eksternal dan stabilitas nilai tukar rupiah. Kehadiran PFII diproyeksikan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam membangun pusat keuangan berstandar internasional yang mampu menarik arus modal global tanpa mengesampingkan kepentingan nasional.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pembentukan PFII bukan dimaksudkan menggantikan sistem keuangan nasional yang telah berjalan, melainkan melengkapinya dengan ekosistem keuangan kelas dunia yang lebih kompetitif. Menurutnya, Indonesia sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20 sudah saatnya memiliki pusat finansial yang kredibel, mandiri, berintegritas, serta mampu memperluas akses pembiayaan jangka panjang bagi pembangunan nasional.

“PFII merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global melalui pendalaman pasar keuangan, diversifikasi instrumen pembiayaan, dan peningkatan kepercayaan investor,” ujar Purbaya.

Pemerintah menilai keberadaan PFII juga dapat memperkuat posisi rupiah melalui peningkatan aliran investasi, bertambahnya aktivitas jasa keuangan internasional di dalam negeri, serta pendalaman pasar keuangan domestik. Dengan ekosistem yang semakin lengkap, kebutuhan pembiayaan sektor riil dan proyek-proyek strategis nasional dapat dipenuhi secara lebih efisien sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dukungan juga datang dari Bank Indonesia. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menilai pembentukan PFII berpotensi memperkuat ketahanan eksternal Indonesia, khususnya melalui perbaikan neraca pembayaran dan peningkatan daya tarik investasi. Menurutnya, tantangan terbesar perekonomian Indonesia saat ini berada pada sektor eksternal sehingga diperlukan instrumen baru yang mampu menarik arus modal dan memperkuat fondasi sistem keuangan nasional.

“Pembentukan PFII menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan eksternal Indonesia melalui pendalaman pasar keuangan dan peningkatan daya tarik investasi. Dengan ekosistem keuangan yang semakin kompetitif, Indonesia memiliki peluang lebih besar menarik arus modal berkualitas sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global,” ujarnya

Pemerintah menegaskan bahwa pengembangan PFII dilakukan dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik, transparansi, serta pengawasan yang kuat. Melalui sinergi antara pemerintah, otoritas keuangan, dan pelaku industri, PFII diharapkan menjadi katalis bagi penguatan rupiah, peningkatan investasi, serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan yang semakin diperhitungkan di kawasan maupun tingkat global.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei Catat Kepuasan Publik 79,3 Persen Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

30 September 2026 - 10:27

Survei Soroti Kepuasan Publik atas Program Pro-Rakyat 2 Tahun Prabowo-Gibran

30 September 2026 - 10:27

Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional

30 September 2026 - 10:27

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

30 September 2026 - 10:27

Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat Jelang Awal Musim Hujan

30 September 2026 - 10:27

Trending on Berita