Menu

Dark Mode
Tolak Demo dan Provokasi, Tokoh Papua Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan Percepatan Pemerataan Pembangunan, Wujud Nyata Papua Final Bagian Integral NKRI Tokoh Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Persatuan dan Tidak Mudah Terprovokasi LMP Papua Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi KNPB 15 Agustus Kado HUT RI ke-81: Bansos Beras Serentak lewat Koperasi Merah Putih Sampai ke Tangan Rakyat Bansos Beras di HUT RI Kian Dekat, Disalurkan Serentak di Seluruh Koperasi Merah Putih

Berita

Pemerintah Siapkan Pompa, Bibit, dan Alsintan untuk Lindungi Petani dari Kekeringan

badge-check


					Pemerintah Siapkan Pompa, Bibit, dan Alsintan untuk Lindungi Petani dari Kekeringan Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi kemarau panjang dengan menyiapkan berbagai dukungan bagi petani, mulai dari bantuan pompa air, benih unggul, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan). Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan produktivitas sektor pertanian tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah menambah bantuan pompa air bagi Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah sentra produksi pangan nasional. Tambahan sebanyak 5.000 unit pompa air diberikan setelah sebelumnya pemerintah menyalurkan 2.000 unit, sehingga total bantuan mencapai 7.000 unit.

“Pompa dan irpom (irigasi perpompaan), bantu semuanya. Jangan sampai petani Jateng kekurangan pompa dan kekurangan air. Kemarin sudah ada dua ribu pompa itu sudah sampai belum, nanti aku tambah lagi lima ribu. Jadi sekarang (total) tujuh ribu dulu,” kata Amran.

Menurutnya, penyediaan pompa air menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian selama musim kemarau. Sementara bantuan lain berupa bibit padi, bibit jagung, serta alat dan mesin pertanian seperti traktor diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya, mempercepat proses tanam, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di berbagai daerah.
Di sisi lain, transformasi pertanian modern juga terus diperkuat melalui implementasi program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, dan tata kelola yang lebih efisien.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Anang Dirjo, mengatakan bahwa PM-AAS merupakan program strategis yang akan mempercepat transformasi sektor pertanian secara menyeluruh.

“Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) Tahun 2026 merupakan program strategis yang mendorong transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, serta tata kelola pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Anang Dirjo.

Anang menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan daerah. Implementasi pertanian modern juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui kombinasi bantuan sarana produksi, penguatan mekanisasi, dan penerapan teknologi pertanian modern, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam melindungi petani dari dampak kekeringan sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional di tengah dinamika perubahan iklim yang semakin kompleks. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tolak Demo dan Provokasi, Tokoh Papua Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan

14 August 2026 - 14:05

Percepatan Pemerataan Pembangunan, Wujud Nyata Papua Final Bagian Integral NKRI

14 August 2026 - 14:05

Tokoh Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Persatuan dan Tidak Mudah Terprovokasi

14 August 2026 - 14:05

LMP Papua Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi KNPB 15 Agustus

14 August 2026 - 14:05

Pemerintah Dorong Motor Listrik Nasional Perkuat Hilirisasi dan TKDN

14 August 2026 - 14:05

Trending on Berita