Menu ✖

Dark Mode
Masyarakat Diimbau Tidak Terprovokasi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di USTJ Survei Catat Kepuasan Publik 79,3 Persen Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran Survei Soroti Kepuasan Publik atas Program Pro-Rakyat 2 Tahun Prabowo-Gibran Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat Jelang Awal Musim Hujan

Berita

Capaian PDB Kuartal I Tumbuh 5,61 Persen, Pemerintah Tegaskan Stabilitas Ekonomi RI Terjaga

badge-check


					Capaian PDB Kuartal I Tumbuh 5,61 Persen, Pemerintah Tegaskan Stabilitas Ekonomi RI Terjaga Perbesar

Jakarta- Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang semakin solid pada awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada Kuartal I-2026 tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87 persen. Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global. Berbagai indikator makroekonomi yang tetap terkendali, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, investasi yang terus meningkat, serta kebijakan pemerintah yang responsif, menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan prestasi yang patut diapresiasi karena diraih di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen menunjukkan bahwa Indonesia mampu mempertahankan bahkan mempercepat laju pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Ini prestasi yang luar biasa di tengah tekanan perekonomian global yang amat tidak menentu. Kita masih bisa tumbuh sesuai dengan target 5,61 persen. Dibandingkan triwulan IV tahun lalu tumbuhnya lebih cepat, 5,39 persen menjadi 5,61 persen,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menandai keberhasilan Indonesia keluar dari pola pertumbuhan yang selama bertahun-tahun berada di kisaran lima persen.

“Kita bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Jadi ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” katanya.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai tantangan global yang masih membayangi sehingga penguatan ekonomi domestik akan terus menjadi prioritas, termasuk dengan memperkuat daya saing industri nasional dan memberikan dukungan kepada sektor-sektor berorientasi ekspor agar semakin kompetitif di pasar internasional.

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan bahwa momentum pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan investasi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa hingga Semester I-2026 realisasi investasi telah mencapai Rp1.001 triliun atau sekitar 49 persen dari target tahunan sebesar Rp2.000 triliun.

“Pertumbuhan PDB pada kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen. Berdasarkan laporan sementara APBN, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap berada di kisaran tersebut, sementara inflasi diperkirakan terjaga pada target 2,5 persen plus minus 1 persen,” ujar Airlangga. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei Catat Kepuasan Publik 79,3 Persen Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

30 September 2026 - 10:27

Survei Soroti Kepuasan Publik atas Program Pro-Rakyat 2 Tahun Prabowo-Gibran

30 September 2026 - 10:27

Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional

30 September 2026 - 10:27

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

30 September 2026 - 10:27

Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat Jelang Awal Musim Hujan

30 September 2026 - 10:27

Trending on Berita