Menu ✖

Dark Mode
Masyarakat Diimbau Tidak Terprovokasi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di USTJ Survei Catat Kepuasan Publik 79,3 Persen Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran Survei Soroti Kepuasan Publik atas Program Pro-Rakyat 2 Tahun Prabowo-Gibran Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat Jelang Awal Musim Hujan

Berita

Pemerintah Pastikan Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru

badge-check


					Pemerintah Pastikan Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru Perbesar

JAKARTA — Pemerintah terus mematangkan pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan program strategis nasional tersebut semakin tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya setiap kebijakan terkait penyempurnaan MBG disusun berdasarkan kajian yang matang dan komprehensif. Langkah tersebut penting mengingat cakupan program yang telah menjangkau sekitar 63 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengatakan Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait melakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan lanjutan.

“Poin pentingnya begini, Pak Presiden minta dikajilah benar-benar setiap kebijakan yang akan diambil. Tidak perlu terburu-buru,” ujar Agustina.

Menurut dia, pemerintah memiliki komitmen kuat memastikan MBG benar-benar memberikan manfaat kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Karena itu, evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari ketepatan sasaran, kondisi wilayah, kebutuhan penerima manfaat, hingga dampak program terhadap anak-anak.

Salah satu fokus pembenahan adalah mengarahkan penerima manfaat kepada kelompok masyarakat dengan kebutuhan paling tinggi. Kelompok desil bawah, masyarakat di daerah tertinggal, serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi menjadi prioritas dalam penguatan program.

“Yang berada di desil bawah, di daerah tertinggal, di daerah yang prevalensi stunting-nya tinggi, silakan diberikan,” kata Agustina.

Pemerintah juga membuka ruang untuk mengkaji skema penyaluran yang lebih fleksibel dan efektif, termasuk kemungkinan melibatkan kantin sekolah sebagai bagian dari mekanisme pemenuhan gizi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah terus merapikan aspek teknis pelaksanaan MBG, termasuk memastikan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mencegah potensi penyalahgunaan.

“Kami minta waktu satu bulan untuk menyelesaikan dan merapikan,” ujar Zulkifli Hasan.

Agustina juga menegaskan, penyesuaian penerima manfaat bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap MBG. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola agar manfaat program semakin optimal.

Pembenahan yang dilakukan secara terukur menunjukkan keseriusan pemerintah menjaga keberlanjutan MBG sebagai investasi strategis bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui evaluasi berbasis data dan kajian yang matang, pemerintah memastikan program tersebut terus berkembang serta mampu menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan secara berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei Catat Kepuasan Publik 79,3 Persen Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

30 September 2026 - 10:27

Survei Soroti Kepuasan Publik atas Program Pro-Rakyat 2 Tahun Prabowo-Gibran

30 September 2026 - 10:27

Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional

30 September 2026 - 10:27

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

30 September 2026 - 10:27

Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat Jelang Awal Musim Hujan

30 September 2026 - 10:27

Trending on Berita