Menu ✖

Dark Mode
Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pendidikan yang Bermartabat Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinilai Berhasil Tingkatkan Disiplin dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Jakarta Tunjukkan Perkembangan Peserta Didik Pemerintah Siapkan Insentif Tekstil untuk Mendorong Ekspor dan Investasi Tax Holiday Industri Tekstil Dapat Menjadi Momentum Mendorong Investasi dan Lapangan Kerja

Berita

Penyerapan Aspirasi Publik soal RUU Perampasan Aset Dipercepat

badge-check


					Penyerapan Aspirasi Publik soal RUU Perampasan Aset Dipercepat Perbesar

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mempercepat penyerapan aspirasi publik dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembahasan regulasi berjalan transparan, partisipatif, dan dapat diselesaikan sesuai target pada 2026.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pimpinan dan para ketua kelompok fraksi di Komisi III telah menyepakati percepatan proses penghimpunan masukan masyarakat. Dalam beberapa pekkan terakhir, Komisi III juga telah menggelar serangkaian Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan berbagai pihak.

“Ada hoaks yang beredar bahwa DPR menolak pembahasan RUU Perampasan Aset ini. Padahal faktanya kita sudah berminggu-minggu melakukan RDPU soal Undang-Undang Perampasan Aset, ini jauh lebih banyak daripada pembahasan undang-undang yang lain dalam kurun waktu dua sampai tiga minggu kemarin,” ujar Habiburokhman.

Menurutnya, Komisi III akan memperluas partisipasi publik dengan melibatkan akademisi hukum dari berbagai perguruan tinggi, termasuk universitas di daerah, praktisi hukum, organisasi mahasiswa, serta pemangku kepentingan terkait.

“Kita akan mengundang para akademisi hukum dari seluruh fakultas hukum di seluruh Indonesia. Universitas di daerah juga akan kita undang dan kita fasilitasi kedatangan para akademisi tersebut. Kemudian juga praktisi yang punya pengalaman menangani perkara-perkara yang ada kaitannya dengan perampasan aset,” ungkapnya.

Habiburokhman menilai status RUU Perampasan Aset sebagai usul inisiatif DPR akan membuat pembahasannya lebih cepat. Sebab, Daftar Inventarisasi Masalah nantinya hanya disusun pemerintah, bukan oleh seluruh fraksi di DPR.

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menegaskan RUU Perampasan Aset telah masuk dalam Program Legislasi Nasional Prioritas 2026 dan saat ini masih berada pada tahap penyusunan serta penyerapan aspirasi publik.

“Saat ini komisi III sedang dalam tahap penyusunan dengan menghimpun masukan dari publik dalam rangka partisipasi publik yang bermakna atau meaningfull participation,” katanya.

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menambahkan, DPR menargetkan RUU Perampasan Aset dapat diselesaikan tahun ini dengan tetap menjamin keterlibatan masyarakat secara luas.

“Ini kan prioritas di tahun 2026. Dan tentu karena ini prioritas 2026, kita akan berupaya maksimal di tahun ini kita selesaikan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Didorong Jadi Semangat Membangun Negeri

26 September 2026 - 00:00

Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo Menjadi Ruang Mengawal Asta Cita agar Tepat Sasaran

26 September 2026 - 00:00

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Ketidakpastian Minyak Dunia

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Dianggap Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

26 September 2026 - 00:00

Trending on Berita