Menu ✖

Dark Mode
Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pendidikan yang Bermartabat Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinilai Berhasil Tingkatkan Disiplin dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Jakarta Tunjukkan Perkembangan Peserta Didik Pemerintah Siapkan Insentif Tekstil untuk Mendorong Ekspor dan Investasi Tax Holiday Industri Tekstil Dapat Menjadi Momentum Mendorong Investasi dan Lapangan Kerja

Berita

Presiden Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Kerusuhan adalah Pengkhianat Bangsa

badge-check


					Presiden Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Kerusuhan adalah Pengkhianat Bangsa Perbesar

Jakarta – Komitmen menjaga persatuan dan stabilitas nasional kembali ditegaskan pemerintah melalui ajakan untuk mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi. Dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan bahwa pemimpin yang menganjurkan aksi perusakan maupun pembakaran fasilitas umum merupakan pengkhianat bangsa. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk menciptakan kerusuhan yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu persatuan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

“Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Nggak ada masalah,” kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa siapa pun yang memenangkan kontestasi harus dihormati, sedangkan pihak yang belum berhasil perlu menerima hasil tersebut secara dewasa demi menjaga persatuan bangsa.

Presiden kemudian mengingatkan bahwa tindakan menghasut masyarakat untuk melakukan kerusuhan setelah kekalahan politik merupakan sikap yang tidak mencerminkan kepemimpinan.

“Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian,” ujar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Menurutnya, demokrasi harus menjadi sarana memperkuat persaudaraan, bukan memecah belah masyarakat. Sebagai bentuk komitmennya terhadap demokrasi yang damai, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan pengalamannya mengikuti lima kali pemilihan presiden, termasuk empat kali mengalami kekalahan. Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah mengajak para pendukung melakukan tindakan anarkis maupun memicu kerusuhan.

“Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu. Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah, nggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja nggak. Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat,” tegasnya.

Dengan demikian, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan menghormati proses demokrasi sebagai fondasi pembangunan nasional.

Presiden menegaskan bahwa persaingan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus dijalankan secara damai, sehat, dan bertanggung jawab agar stabilitas nasional tetap terjaga serta pembangunan menuju Indonesia yang maju dan sejahtera dapat terus berlangsung.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Didorong Jadi Semangat Membangun Negeri

26 September 2026 - 00:00

Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo Menjadi Ruang Mengawal Asta Cita agar Tepat Sasaran

26 September 2026 - 00:00

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Ketidakpastian Minyak Dunia

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Dianggap Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

26 September 2026 - 00:00

Trending on Berita