Menu

Dark Mode
Waspada Hoaks Blackout di Tengah Pemulihan Sistem Kelistrikan Pemulihan Listrik Bertahap dan Bukti Sistem Kelistrikan Tetap Terkendali Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Sekolah Rakyat, Investasi Strategis untuk Generasi Emas Papua Demo Mahasiswa dan Pentingnya Menilai Pemerintah Secara Objektif Renovasi Rumah Keluarga Siswa Sekolah Rakyat, Wujud Pendidikan Berkeadilan

Berita

Pemerintah Kebut Swasembada Bawang Putih, Ketergantungan Impor Ditargetkan Turun

badge-check


					Pemerintah Kebut Swasembada Bawang Putih, Ketergantungan Impor Ditargetkan Turun Perbesar

Jakarta — Pemerintah terus mempercepat langkah menuju swasembada bawang putih sebagai bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian (Kementan) membangun ekosistem produksi bawang putih secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih, pengembangan kawasan budidaya, hingga penjaminan pasar.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih yang saat ini masih mencapai lebih dari 90 persen kebutuhan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan mengawal penuh percepatan swasembada bawang putih dengan menghadirkan dukungan menyeluruh kepada petani.

Dukungan tersebut meliputi penyediaan benih, sarana produksi, alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan peran BUMN pangan, hingga jaminan penyerapan hasil panen agar petani memiliki kepastian usaha dan mampu meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

“Bapak Presiden ingin swasembada. Karena itu ekosistemnya kita bangun dari benih sampai konsumsi. Dulu pendekatannya parsial sehingga tidak jalan. Sekarang kita kawal bersama, tiga tahun insyaallah bisa swasembada,” ujar Amran.

Menurut Amran, fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat sistem pembibitan nasional sebagai fondasi peningkatan produksi.

Pemerintah juga tengah menyiapkan skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP) bawang putih basah agar petani memperoleh kepastian harga dan keuntungan yang layak.

“Kita support petani. HPP bawang putih basah disiapkan supaya petani tidak rugi. Pemerintah hadir sebagai trigger untuk menggerakkan produksi bawang putih nasional. Swasta kami kawal, dan impor kita tekan kerannya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan pemerintah menargetkan swasembada bawang putih dapat diwujudkan dalam waktu tiga hingga empat tahun.

Untuk mempercepat target tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp400 miliar melalui APBN guna mendukung program pembibitan bawang putih seluas 5.000 hektare pada tahun ini.

Menurut Sudaryono, tantangan utama swasembada bukan terletak pada minat petani, melainkan penyediaan bibit dalam jumlah besar dan pengembangan lahan yang sesuai dengan karakteristik tanaman bawang putih.

Pemerintah memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 100 ribu hektare lahan tanam yang tersebar di kawasan dataran tinggi seperti Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara.

“Kita butuh setidaknya tiga sampai empat tahun untuk bisa mencapai swasembada bawang putih. Tantangan paling utama adalah ketersediaan bibit. Karena itu pemerintah membangun sistem penangkaran benih agar kebutuhan bibit nasional dapat dipenuhi secara bertahap,” kata Sudaryono.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Keluarga Siswa Sekolah Rakyat Dapat Bantuan Renovasi Rumah Rp20 Juta per Unit

25 June 2026 - 05:53

Penguatan Industri Padat Karya Menjadi Kunci Menekan Risiko PHK

25 June 2026 - 05:53

Presiden Prabowo Instruksikan Mitigasi PHK, Perlindungan Pekerja Jadi Prioritas

25 June 2026 - 05:53

Pemerintah Perkuat Program Prioritas, Mahasiswa Diharapkan Sampaikan Aspirasi Damai dan Konstruktif

25 June 2026 - 05:53

Pembangunan Sekolah Rakyat di Papua Perluas Akses Pendidikan

25 June 2026 - 05:53

Trending on Berita