Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Tegas Kawal Kualitas Layanan MBG Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pemerintah Tegas Benahi Tata Kelola MBG Ketegasan Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun dalam Program MBG Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran: MBG Semakin Aman, Layak, dan Tegas Diawasi Ekonomi RI Optimis, Ketahanan Domestik Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI Tangguh, Keyakinan Konsumen Tetap Optimis

Berita

OPM Serang Warga Sipil, Pemerintah Tingkatkan Pengamanan di Yahukimo

badge-check


					OPM Serang Warga Sipil, Pemerintah Tingkatkan Pengamanan di Yahukimo Perbesar

YAHUKIMO – Komitmen pemerintah menjaga keamanan masyarakat Papua kembali ditegaskan setelah aksi brutal yang diduga dilakukan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Delapan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas dilaporkan tewas akibat serangan kelompok bersenjata tersebut.

Peristiwa itu memicu kecaman keras karena korban merupakan masyarakat sipil yang sedang mencari nafkah. Aparat keamanan langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan pengejaran terhadap pelaku guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa korban bukan aparat keamanan sebagaimana tuduhan yang disebarkan kelompok OPM.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” ujar Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna.

Aksi tersebut diduga dilakukan kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka. Aparat menilai tindakan itu sebagai bentuk kekerasan yang mengganggu keamanan dan menghambat upaya pemerintah membangun Papua secara damai dan sejahtera.

Pemerintah melalui aparat keamanan memastikan perlindungan terhadap masyarakat menjadi prioritas utama. Patroli dan pengamanan di wilayah Yahukimo pun ditingkatkan untuk mencegah gangguan keamanan kembali terjadi.

“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” tegas Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna.

Di sisi lain, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 juga berhasil mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon HSSBI Kodap XVI Yahukimo. Dari hasil pengembangan, aparat menemukan sejumlah barang bukti berupa amunisi, senjata tajam, serta komponen yang diduga berkaitan dengan perakitan senjata.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah penindakan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah menjaga keamanan Papua.

“Penindakan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan yang dilakukan aparat di Yahukimo. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah amunisi dan barang-barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H..

Pemerintah memastikan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata dilakukan secara profesional dan terukur demi menciptakan Papua yang aman, damai, dan kondusif bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Tegas Kawal Kualitas Layanan MBG

14 October 2026 - 09:30

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pemerintah Tegas Benahi Tata Kelola MBG

14 October 2026 - 09:30

Ekonomi RI Optimis, Ketahanan Domestik Jadi Penopang Pertumbuhan

14 October 2026 - 09:30

Ekonomi RI Tangguh, Keyakinan Konsumen Tetap Optimis

14 October 2026 - 09:30

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Lapangan Kerja Tumbuh seiring Investasi Strategis

14 October 2026 - 09:30

Trending on Berita