Menu

Dark Mode
Peresmian BBM B50 Menjadi Tonggak Penguatan Transisi Energi Nasional RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Energi melalui Peluncuran Biodiesel B50

Berita

Transformasi Digital Kesehatan Dorong Pemerataan Layanan hingga Pelosok Negeri

badge-check


					Transformasi Digital Kesehatan Dorong Pemerataan Layanan hingga Pelosok Negeri Perbesar

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan utama dalam memperkuat sistem kesehatan nasional dan memperluas pemerataan layanan hingga ke berbagai pelosok Indonesia.

Penguatan sistem kesehatan berbasis digital dinilai penting untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat di berbagai daerah.

Dalam pertemuan Asia eHealth Information Network di Jakarta, Menkes Budi menyebut pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa sistem kesehatan yang masih terfragmentasi dapat menghambat pelayanan masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

Karena itu, Kementerian Kesehatan kini memperkuat platform SATUSEHAT sebagai tulang punggung interoperabilitas nasional yang menghubungkan rumah sakit, puskesmas, laboratorium, hingga apotek dalam satu ekosistem kesehatan digital.

“Tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat. Kami sedang membangun basis data kependudukan, klinis, hingga genomik untuk mendukung kebijakan berbasis bukti,” tegas Menkes Budi.

Transformasi digital tersebut dipandang mampu mempercepat pemerataan layanan kesehatan karena memungkinkan data dan layanan terintegrasi secara nasional. Dengan sistem yang saling terhubung, masyarakat di daerah terpencil diharapkan memperoleh akses pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan berkualitas tanpa terkendala jarak geografis.

Secara teknis, Kementerian Kesehatan kini mengintegrasikan jutaan Rekam Medis Elektronik (RME) ke dalam government cloud. Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) juga mulai diperluas untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, surveilans penyakit, serta deteksi dini potensi wabah secara real-time.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, menegaskan bahwa transformasi digital harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan inklusi masyarakat.

“Tolok ukur inovasi bukan pada kecanggihan algoritma, melainkan pada dampak nyata terhadap kepercayaan dan inklusi masyarakat. Kami memastikan teknologi memperkuat, bukan menggantikan, empati dan penilaian manusia dalam pelayanan kesehatan,” ujar Setiaji.

Transformasi digital kesehatan juga diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelayanan publik melalui pemanfaatan data dan teknologi yang lebih terintegrasi. Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan infrastruktur digital, pemerintah mendorong sistem kesehatan nasional yang adaptif terhadap tantangan pelayanan kesehatan di masa depan. #

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi

10 July 2026 - 10:08

Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi

10 July 2026 - 10:08

Skema Baru MBG Disiapkan Agar Program Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

10 July 2026 - 10:08

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

10 July 2026 - 10:08

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

10 July 2026 - 10:08

Trending on Berita