Menu

Dark Mode
Mengubah Paradigma Kesehatan Nasional dari Kuratif Menjadi Preventif Siswa Sehat, Indonesia Kuat CKG Perkuat Arah Peta Kesehatan Nasional Kesehatan Berkualitas: Motor Kesejahteraan dan Kemandirian Bangsa di Era Presiden Prabowo CKG Bentuk Peta Kesehatan Nasional, Deteksi Dini Penyakit Kian Terintegrasi Perluas Jangkauan, CKG Bisa Diakses Tanpa Menunggu Ulang Tahun

Berita

Program CKG Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Lebih Preventif

badge-check


					Program CKG Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Lebih Preventif Perbesar

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperluas sebagai langkah memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit di masyarakat. Program ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan publik sekaligus menekan beban pembiayaan penyakit katastropik yang terus meningkat.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan bahwa program CKG telah menjangkau sekitar 19 juta masyarakat sepanjang Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,16 juta orang telah tercatat menjalani pengobatan dan manajemen penyakit setelah terdeteksi memiliki risiko kesehatan tertentu.

“Sekitar 1,16 juta di antaranya telah tercatat menjalani pengobatan dan pengelolaan penyakit,” ungkapnya.

Menurut Benjamin, program yang mulai berjalan sejak Februari 2025 itu pada dasarnya ditargetkan mampu menjangkau 70 juta masyarakat pada tahun pertama pelaksanaan. Target tersebut berhasil dicapai melalui kombinasi peserta CKG tahunan sebanyak 46 juta orang dan 24 juta peserta CKG sekolah.

“Tahun ini, kami berharap dapat menjangkau 150 juta masyarakat. Namun, tentu akan lebih baik jika pada akhirnya CKG bisa menjangkau seluruh masyarakat Indonesia ketika fasilitas kesehatan kita sudah lengkap,” jelas Benjamin.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting dalam mendeteksi dini hipertensi, tuberkulosis, diabetes melitus, hingga persoalan status gizi masyarakat.

Selama ini, budaya pemeriksaan kesehatan berkala di Indonesia dinilai masih rendah karena masyarakat umumnya baru memeriksakan diri ketika hendak bekerja, menunaikan ibadah haji dan umrah, atau saat kondisi kesehatan sudah memburuk.

Padahal, berbagai penyakit katastropik yang selama ini membebani pembiayaan kesehatan nasional sesungguhnya dapat dicegah melalui deteksi dini serta penerapan pola hidup sehat yang konsisten.

Benjamin menyebut anggaran BPJS Kesehatan untuk penyakit katastropik terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

“BPJS Kesehatan mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk penyakit katastropik, padahal penyakit-penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah,” ujarnya.

Penguatan layanan kesehatan preventif menjadi bagian penting dalam membangun bangsa yang mandiri dan produktif. Dengan semakin banyaknya rumah sakit serta fasilitas kesehatan yang dibangun pemerintah, masyarakat diharapkan tidak hanya datang untuk berobat ketika sakit, tetapi juga memanfaatkan layanan deteksi dini dan pencegahan penyakit.

Program CKG sendiri saat ini telah diterapkan di puskesmas, sekolah, kementerian dan lembaga, serta berbagai komunitas masyarakat. #

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

CKG Bentuk Peta Kesehatan Nasional, Deteksi Dini Penyakit Kian Terintegrasi

20 May 2026 - 04:55

Perluas Jangkauan, CKG Bisa Diakses Tanpa Menunggu Ulang Tahun

20 May 2026 - 04:55

CKG Wujudkan Generasi Pelajar Sehat dan Produktif

20 May 2026 - 04:55

Perluas Akses CKG, Pemerintah Utamakan Fleksibilitas

20 May 2026 - 04:55

Presiden Prabowo Percepat Renovasi Ribuan Puskesmas untuk Perkuat Layanan Kesehatan Nasional

20 May 2026 - 04:55

Trending on Berita