Menu

Dark Mode
Peresmian BBM B50 Menjadi Tonggak Penguatan Transisi Energi Nasional RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Energi melalui Peluncuran Biodiesel B50

Berita

Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Offtaker Hasil Produksi Petani

badge-check


					Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Offtaker Hasil Produksi Petani Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang disiapkan menjadi offtaker hasil produksi petani dan peternak di berbagai daerah. Program tersebut diharapkan mampu memotong rantai pasok distribusi pangan yang selama ini dinilai terlalu panjang, sekaligus memberikan kepastian harga bagi para produsen di tingkat desa. Kehadiran koperasi itu menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa. Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi memangkas rantai distribusi, tetapi juga menjadi pembeli utama hasil produksi masyarakat agar petani memperoleh harga yang layak.

“Bapak Presiden tujuannya ingin membuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di desa. Jadi, Kopdes atau Koperasi Kelurahan Merah Putih itu, selain memotong rantai pasok yang panjang dari pusat, dia juga bisa offtaker atau pembeli hasil produksi,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menjelaskan, koperasi akan hadir sebagai penyangga harga komoditas ketika nilai jual di pasar berada di bawah ketentuan pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pendapatan petani dan menghindarkan mereka dari kerugian akibat fluktuasi harga pasar.

“Kalau ada produksi di desa itu yang tidak sesuai dengan harga yang kita tentukan, maka Kopdes bisa ambil alih. Contoh gabah, kalau gabah itu Rp6.500 kita tentukan, tetapi di pasar di situ harganya di bawah, Kopdes bisa beli. Jadi dia offtaker,” katanya.

Selain berfungsi sebagai penyerap hasil produksi, Koperasi Merah Putih juga akan menjadi pusat distribusi bantuan pemerintah dan barang subsidi agar lebih tepat sasaran. Penyaluran bantuan seperti Program Keluarga Harapan, pupuk subsidi, hingga gas elpiji akan dilakukan melalui koperasi desa guna meminimalisasi potensi penyimpangan.

Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah mempersiapkan peluncuran operasional 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah menyelesaikan pembangunan fisik dan sarana pendukungnya.

“Yang akan diluncurkan operasionalnya ini kurang lebih 1.000 koperasi dari 7.200-an yang sudah selesai 100 persen pembangunan fisik, gudang, gerai, alat perlengkapannya,” ujar Ferry.

Ferry menambahkan, pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan puluhan ribu koperasi lain di berbagai wilayah Indonesia. Fokus pemerintah saat ini tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan koperasi memiliki kesiapan operasional dan manajemen yang baik agar mampu menjalankan fungsi ekonomi secara optimal
.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi

10 July 2026 - 10:08

Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi

10 July 2026 - 10:08

Skema Baru MBG Disiapkan Agar Program Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

10 July 2026 - 10:08

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

10 July 2026 - 10:08

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

10 July 2026 - 10:08

Trending on Berita