Menu

Dark Mode
Peresmian BBM B50 Menjadi Tonggak Penguatan Transisi Energi Nasional RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Energi melalui Peluncuran Biodiesel B50

Berita

CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas lewat Deteksi Dini Gigi Berlubang Anak

badge-check


					CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas lewat Deteksi Dini Gigi Berlubang Anak Perbesar

Jakarta- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan berkualitas, khususnya melalui deteksi dini masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak. Upaya tersebut dinilai penting mengingat kasus gigi berlubang pada anak masih cukup tinggi dan dapat berdampak pada tumbuh kembang, konsentrasi belajar, hingga kualitas hidup anak di masa depan.

Menteri Kesehata,n Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi kunci utama untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari, termasuk kesehatan gigi anak.

“Melalui CKG, anak-anak bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah sehingga masalah seperti gigi berlubang dapat diketahui dan ditangani lebih cepat,” ujar Budi.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan gigi sering kali dianggap sepele, padahal kondisi gigi berlubang dapat memicu infeksi, gangguan makan, hingga menurunkan rasa percaya diri anak. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong edukasi kesehatan gigi sekaligus memperluas akses pemeriksaan melalui berbagai fasilitas kesehatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Usman Sumantri menilai deteksi dini sangat penting karena sebagian besar kasus gigi berlubang pada anak baru diketahui setelah menimbulkan rasa sakit.

“Kalau diperiksa lebih awal, penanganannya bisa lebih sederhana dan anak tidak sampai mengalami nyeri berat atau infeksi,” tuturnya.

Menurut Usman, kebiasaan konsumsi makanan manis, kurangnya edukasi menyikat gigi yang benar, dan minimnya pemeriksaan rutin menjadi faktor utama tingginya kasus gigi berlubang pada anak. Ia pun mengapresiasi hadirnya program CKG yang dinilai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi sejak usia dini.

Sementara itu, Pengamat Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, menilai keberhasilan program deteksi dini tidak hanya bergantung pada layanan pemeriksaan, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sekolah. Menurutnya, edukasi kesehatan gigi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak terbiasa menjaga kebersihan mulut sejak kecil.

“Pencegahan itu jauh lebih murah dan efektif dibandingkan pengobatan. Karena itu, pemeriksaan rutin dan edukasi harus berjalan bersamaan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa gangguan kesehatan gigi yang tidak ditangani dapat berdampak pada produktivitas belajar anak karena rasa nyeri dan ketidaknyamanan dapat mengganggu konsentrasi di sekolah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi status kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Pemerintah sendiri terus memperluas cakupan program CKG di berbagai daerah dengan melibatkan puskesmas, sekolah, serta tenaga kesehatan untuk memastikan anak-anak mendapatkan layanan pemeriksaan yang mudah dijangkau. Program tersebut diharapkan dapat membangun budaya pemeriksaan kesehatan rutin sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi

10 July 2026 - 10:08

Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi

10 July 2026 - 10:08

Skema Baru MBG Disiapkan Agar Program Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

10 July 2026 - 10:08

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

10 July 2026 - 10:08

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

10 July 2026 - 10:08

Trending on Berita