Menu ✖

Dark Mode
Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran Penataan Haji di Era Presiden Prabowo Memberi Kepastian bagi Calon Jemaah

Berita

Koperasi Merah Putih Berbasis Merek Kolektif Siap Jadi Motor Ekonomi Lokal

badge-check


					Koperasi Merah Putih Berbasis Merek Kolektif Siap Jadi Motor Ekonomi Lokal Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai pusat layanan terpadu di tingkat desa. Selain menjadi penggerak ekonomi lokal, koperasi ini juga dirancang menghadirkan layanan kesehatan melalui klinik dan gerai obat, guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar yang selama ini belum merata.

“Sebentar lagi kita akan resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih. Kemungkinan dua atau tiga minggu lagi,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Kopdes Merah Putih bukan sekadar konsep, melainkan memiliki wujud fisik yang nyata dan terintegrasi. Fasilitas yang disiapkan tidak hanya mencakup klinik dan gerai obat, tetapi juga gudang, cold storage, kendaraan operasional, hingga alat pengering untuk mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi.

“Koperasi ini nyata, bukan fiktif. Coba dibuka dalam sejarah dunia, ada nggak 25 ribu atau 30 ribu bisa dibangun dalam satu tahun?” ujar Presiden Prabowo.

Di sisi lain, pemerintah memastikan Kopdes Merah Putih juga berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi desa, khususnya pada sektor pangan. Koperasi akan bertindak sebagai offtaker atau penjamin pembelian hasil produksi warga, sehingga harga komoditas tetap terjaga dan petani tidak dirugikan oleh fluktuasi pasar.

“Kalau ada produksi di desa yang tidak sesuai dengan harga yang kita tentukan, maka Kopdes bisa ambil alih. Contoh gabah, kalau di pasar di bawah Rp6.500, Kopdes bisa beli. Jadi dia offtaker,” jelas Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan.

Lebih jauh, koperasi ini juga akan menjadi instrumen penting dalam penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran. Dengan sistem keanggotaan yang terstruktur, distribusi bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), beras, hingga beasiswa dapat diawasi secara lebih ketat dan transparan di tingkat desa.

“Nanti bantuan PKH harus tepat sasaran, bukan karena kedekatan dengan kepala desa, tetapi betul-betul memang orang yang layak untuk mendapatkan. Itu nanti fungsinya Kopdes,” kata Zulkifli.

Tak hanya itu, Kopdes Merah Putih juga dirancang sebagai pusat distribusi barang subsidi seperti pupuk dan gas elpiji. Integrasi layanan ekonomi, sosial, dan kesehatan dalam satu kelembagaan dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh.

“Bantuan-bantuan pemerintah dan barang subsidi nanti akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Jadi, tujuannya sangat strategis,” ujar Zulkifli.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama

1 October 2026 - 09:55

Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua

1 October 2026 - 09:55

Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB

1 October 2026 - 09:54

Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Trending on Berita