Menu

Dark Mode
CKG dan Kesehatan Berkualitas Perempuan: Meningkatkan Healthy Life Expectancy Pendekatan Preventif melalui CKG untuk Kesehatan Berkualitas Perempuan CKG Ajak Perempuan Jaga Kesehatan Berkualitas Sejak Dini Lewat CKG, Kesehatan Berkualitas Perempuan Diperkuat dengan Pencegahan Dini Scaling Rural Health: Potensi Besar Kopdes dalam Layanan Kesehatan Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Berita

PP TUNAS Perkuat Perlindungan Anak, Sejalan Rekomendasi Medis Global

badge-check


					PP TUNAS Perkuat Perlindungan Anak, Sejalan Rekomendasi Medis Global Perbesar

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam melindungi anak di ruang digital melalui PP 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan era digital yang semakin kompleks, terutama terkait paparan konten negatif, eksploitasi daring, hingga kecanduan teknologi yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa PP TUNAS merupakan bagian dari komitmen negara dalam melindungi anak-anak dari risiko dunia digital.

“PP TUNAS ini adalah bentuk kehadiran negara dalam memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan ruang digital yang aman dan sehat. Kami ingin platform digital tidak hanya menjadi ruang berekspresi, tetapi juga ruang yang melindungi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat sejumlah platform global yang menunjukkan komitmen terhadap regulasi ini.

Regulasi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dengan melibatkan pemerintah, platform digital, dan masyarakat. PP TUNAS mengatur kewajiban platform dalam memperkuat moderasi konten, meningkatkan sistem keamanan, serta menyediakan fitur perlindungan anak yang lebih ketat. Selain itu, aspek transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data anak juga menjadi perhatian utama.

Selain itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia menilai klasifikasi usia anak dalam PP TUNAS telah sesuai dengan aspek tumbuh kembang.

“Sejauh ini masih sesuai dengan kaidah ilmiah. Kita memang tidak bisa sepenuhnya meniadakan akses karena ruang digital sudah menjadi bagian dari kehidupan,” kata Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga selaras dengan rekomendasi internasional, termasuk dari American Academy of Pediatrics, yang menekankan pentingnya perlindungan anak di ruang digital.

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek kesehatan, pendidikan, dan teknologi, PP TUNAS tidak hanya berfokus pada pembatasan, tetapi juga penguatan literasi digital bagi anak dan orang tua. Di sisi lain, regulasi ini mendorong pelaku industri untuk menghadirkan inovasi layanan yang lebih aman, termasuk penguatan algoritma penyaring konten dan fitur kontrol orang tua.

Implementasi PP TUNAS mencerminkan upaya Indonesia dalam menyelaraskan kebijakan nasional dengan standar internasional. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan generasi muda secara optimal di tengah pesatnya transformasi teknologi.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

CKG Ajak Perempuan Jaga Kesehatan Berkualitas Sejak Dini

2 May 2026 - 11:30

Lewat CKG, Kesehatan Berkualitas Perempuan Diperkuat dengan Pencegahan Dini

2 May 2026 - 11:30

Kopdes Merah Putih Hadirkan Klinik dan Gerai Obat, Akses Kesehatan Desa Diperluas

2 May 2026 - 11:30

Kopdes Merah Putih Hadirkan Klinik dan Apotek Desa

2 May 2026 - 11:30

PP Tunas Perkuat Komitmen Pemerintah terhadap Perlindungan Anak

2 May 2026 - 11:30

Trending on Berita