Menu ✖

Dark Mode
Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penyalur Subsidi yang Lebih Teratur Koperasi Merah Putih: Jalur Baru Pemerataan Barang Subsidi Rakyat   Koperasi Merah Putih Bukan Ritel Modern, tapi Jalur Subsidi Rakyat   Penanganan Karhutla Diperkuat lewat Kelembagaan dan Anggaran Penanganan Karhutla Diperkuat lewat Deteksi Dini dan Patroli

Berita

Pemerintah Pastikan Ekonomi Tetap Stabil di Tengah Konflik Global

badge-check


					Pemerintah Pastikan Ekonomi Tetap Stabil di Tengah Konflik Global Perbesar

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi stabil meski dihadapkan pada dinamika global dan eskalasi konflik geopolitik yang memicu ketidakpastian.

Fundamental ekonomi yang kuat dinilai menjadi penopang utama dalam menjaga ketahanan nasional di tengah tekanan eksternal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa kondisi dalam negeri tetap terkendali, termasuk ketersediaan energi.

Ia menyampaikan bahwa langkah pemerintah merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam mengantisipasi gejolak global sekaligus menjaga iklim investasi.

“Indonesia menunjukkan diri sebagai negara yang adaptif, resilien, dan tangguh. Situasi ini bukan hambatan, melainkan momentum untuk akselerasi perubahan menuju sistem yang lebih modern dan efisien,” ujar Airlangga.

Airlangga juga menekankan bahwa stabilitas fiskal yang terjaga memberi ruang bagi pemerintah untuk menjalankan kebijakan produktif.

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan transformasi budaya kerja nasional serta kebijakan sektor energi guna memperkuat ketahanan ekonomi.

“Bapak Presiden, khususnya dalam mitigasi dan antisipasi perkembangan dan dinamika global, dan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan transformasi dan kebijakan ini disebut dengan 8 butir transformasi budaya kerja nasional, dan nanti ditambah dengan kebijakan energi,” jelasnya.

Di sisi lain, sektor manufaktur nasional menunjukkan ketahanan yang solid. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia berdasarkan data terbaru berada di level 50,1, yang masih mencerminkan fase ekspansi.

“Kami kaget sekaligus bersyukur bahwa di tengah kondisi yang super berat, baik dari sisi global maupun domestik, rata-rata PMI manufaktur Indonesia masih di atas angka 50. Ini menunjukkan resiliensi yang kuat dari sektor manufaktur tanah air,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa permintaan domestik tetap menjadi penopang utama industri nasional.

“Fundamental industri kita masih kuat. Permintaan dalam negeri tetap menjadi penopang utama, sehingga mampu menahan tekanan eksternal yang cukup besar,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat solid, inflasi terkendali, serta konsumsi domestik tetap kuat.

“Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat, perlu kami tambahkan bahwa pemerintah memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas melalui kebijakan yang adaptif.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penyalur Subsidi yang Lebih Teratur

3 October 2026 - 23:38

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

3 October 2026 - 23:38

Penanganan Karhutla Diperkuat lewat Deteksi Dini dan Patroli

3 October 2026 - 23:37

Penanganan Karhutla Diperkuat lewat Kelembagaan dan Anggaran

3 October 2026 - 23:37

Pemerintah Pastikan Guru PPPK Penuh Waktu 2027 Diproses Bertahap Tanpa Tes Ulang

3 October 2026 - 23:37

Trending on Berita