Menu ✖

Dark Mode
Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penyalur Subsidi yang Lebih Teratur Koperasi Merah Putih: Jalur Baru Pemerataan Barang Subsidi Rakyat   Koperasi Merah Putih Bukan Ritel Modern, tapi Jalur Subsidi Rakyat   Penanganan Karhutla Diperkuat lewat Kelembagaan dan Anggaran Penanganan Karhutla Diperkuat lewat Deteksi Dini dan Patroli

Berita

MBG Dinilai Efektif Tingkatkan Mutu dan Daya Saing Pendidikan

badge-check


					MBG Dinilai Efektif Tingkatkan Mutu dan Daya Saing Pendidikan Perbesar

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin mendapat pengakuan sebagai kebijakan strategis yang mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya saing generasi muda Indonesia. Berbagai kalangan akademisi menilai bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi IPB, Ahmad Sulaeman, MS, menegaskan bahwa MBG tidak seharusnya dipandang sebagai beban bagi dunia pendidikan. Sebaliknya, program ini merupakan bagian integral dari sistem pendidikan itu sendiri.

“MBG itu bagian dari pendidikan, juga untuk membangun nasionalisme bagaimana mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.

Menurut Ahmad, pemenuhan gizi harian anak memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai penelitian ilmiah di tingkat internasional. Anak yang mendapatkan asupan gizi seimbang terbukti memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik, daya ingat yang lebih kuat, serta performa akademik yang lebih stabil.

Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Leni Sri Rahayu, menilai bahwa MBG memiliki peran strategis dalam mendukung tujuan pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi optimal sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik maupun kognitif.

“Jika dilihat dari tujuan dan dampaknya, program MBG tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan, justru saling memperkuat. Keduanya bertujuan mengoptimalkan kapasitas individu agar mampu belajar secara optimal dan hidup mandiri di masa depan,” jelasnya.

Leni juga mengingatkan bahwa persoalan gizi buruk dan stunting masih menjadi tantangan serius di Indonesia.

Dengan adanya MBG, pemerintah dinilai telah mengambil langkah tepat untuk memutus rantai permasalahan gizi sejak dini. Program ini tidak hanya memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, tetapi juga menciptakan fondasi kuat bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Lebih jauh, implementasi MBG diyakini mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif di tingkat global. Ketika kebutuhan dasar anak terpenuhi, maka fokus belajar dan pengembangan potensi anak bisa lebih maksimal. Kondisi ini tentu akan mendorong peningkatan daya saing bangsa di masa depan.

Melalui sinergi antara kebijakan pendidikan dan intervensi gizi seperti MBG, Indonesia berpeluang besar dalam mencetak generasi emas yang siap menghadapi tantangan global serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

3 October 2026 - 23:38

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penyalur Subsidi yang Lebih Teratur

3 October 2026 - 23:38

Penanganan Karhutla Diperkuat lewat Kelembagaan dan Anggaran

3 October 2026 - 23:37

Penanganan Karhutla Diperkuat lewat Deteksi Dini dan Patroli

3 October 2026 - 23:37

Pemerintah Pastikan Guru PPPK Penuh Waktu 2027 Diproses Bertahap Tanpa Tes Ulang

3 October 2026 - 23:37

Trending on Berita