Menu ✖

Dark Mode
Sekolah Rakyat Gunakan Sistem Pelaporan Terpadu untuk Perkuat Tata Kelola Jamin Kerahasiaan Pelapor, Pemerintah Buka Sistem Pelaporan Terpadu Sekolah Rakyat via WhatsApp Sistem Pelaporan Terpadu Sekolah Rakyat Membuktikan Negara Serius Menjaga Anak Sistem Pelaporan Terpadu Sekolah Rakyat, Pengawasan Lebih Cepat dan Bertanggung Jawab APBN 2027 Dorong Ekonomi Tumbuh lewat Investasi dan Belanja Produktif Ekonomi Tumbuh Jadi Fokus APBN 2027 di Tengah Tantangan Global

Berita

Diplomasi Energi Hijau Indonesia-Jepang Menguat di Tengah Tantangan Geopolitik Global

badge-check


					Diplomasi Energi Hijau Indonesia-Jepang Menguat di Tengah Tantangan Geopolitik Global Perbesar

TOKYO – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai langkah diplomasi strategis dalam lawatan resminya ke Jepang guna mengakselerasi transisi energi hijau nasional sekaligus merespons dinamika geopolitik global yang berdampak pada sektor energi.

Kunjungan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam mengamankan investasi di sektor energi baru terbarukan di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan energi dunia.

Kehadiran Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam rombongan kepresidenan menegaskan bahwa agenda energi bersih menjadi prioritas utama dalam misi diplomasi ini. Pemerintah menilai bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga menjadi strategi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi harga energi global.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa sektor energi merupakan pilar fundamental dalam dialog bilateral tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif Menteri ESDM bertujuan memastikan terciptanya ketahanan energi nasional melalui kemitraan internasional.

“Menteri ESDM ikut dalam penerbangan, mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatan ke Jepang. Ada beberapa kerja sama yang dibahas, termasuk salah satunya di sektor energi, untuk pengembangan energi bersih yang berkelanjutan,” jelas Anggia dalam keterangan resminya.

Senada, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menilai pertemuan dengan para pemimpin dan pelaku industri Jepang sebagai langkah strategis dalam menjajaki peluang masa depan, terutama dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.

“Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang. Ada beberapa kerja sama di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital,” ujar Teddy saat mendampingi Presiden di Tokyo.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penguatan hubungan bilateral ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam menjaga stabilitas di tengah dinamika global.

“Pertemuan ini tentu dalam rangka memperkuat hubungan persahabatan kedua negara,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga mencakup transfer teknologi, kehutanan, dan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Di tengah ketegangan geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok energi dan investasi, diplomasi aktif yang dijalankan Presiden Prabowo di Asia Timur diharapkan mampu mengonversi komitmen politik menjadi realisasi investasi konkret. Kolaborasi energi bersih ini menjadi langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi dalam rantai pasok global yang lebih resilien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan geopolitik.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Rakyat Gunakan Sistem Pelaporan Terpadu untuk Perkuat Tata Kelola

5 October 2026 - 00:15

Jamin Kerahasiaan Pelapor, Pemerintah Buka Sistem Pelaporan Terpadu Sekolah Rakyat via WhatsApp

5 October 2026 - 00:15

APBN 2027 Dorong Ekonomi Tumbuh lewat Investasi dan Belanja Produktif

5 October 2026 - 00:15

Ekonomi Tumbuh Jadi Fokus APBN 2027 di Tengah Tantangan Global

5 October 2026 - 00:15

Pelatihan Komcad, Langkah Tepat Tingkatkan Kemampuan dan Kesiapan Pertahanan Negara

5 October 2026 - 00:15

Trending on Berita