Menu

Dark Mode
Pemerintah Perkuat Ekosistem Pertanian untuk Jaga Kedaulatan Pangan Nasional Di Tengah Ancaman Iklim, Swasembada Pangan Menjadi Benteng Ketahanan Indonesia Swasembada Pangan Multi Komoditas, Sinyal Kuat Indonesia Makin Mandiri Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target Pemerintah Pastikan MBG di Daerah 3T Tetap Penuhi Standar Gizi Pemerintah Prioritaskan MBG untuk Daerah 3T dan Kelompok Rentan

Berita

Ramadan Hadirkan Harmoni, Menanam Toleransi, dan Menghapus Akar Radikalisme

badge-check


					Ramadan Hadirkan Harmoni, Menanam Toleransi, dan Menghapus Akar Radikalisme Perbesar

Jakarta – Bulan suci Ramadan kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni sosial.

Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai ruang mempererat persaudaraan serta menanamkan nilai-nilai moderasi yang mampu menangkal berkembangnya paham radikalisme di tengah masyarakat.

Anggota Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan masyarakat Indonesia telah hidup berdampingan dalam keberagaman suku, agama, dan budaya dengan menjunjung tinggi nilai saling menghormati.

“Toleransi beragama di Indonesia menurut saya toleransi itu bukan hal baru, warisan peradaban dahulu masyarakat kita sudah hidup dengan keberagaman, yang mana ini juga selaras dengan keislaman kalo di alquran,” ujar Rabicha.

Ramadan menjadi momentum yang sangat tepat untuk memperkuat moderasi beragama dan menumbuhkan toleransi melalui sikap menahan diri dari ujaran kebencian maupun sikap permusuhan.

“Ramadan ini adalah momentum tepat untuk meningkatkan moderasi beragama, toleransi beragama, dengan apa menahan untuk tidak mengujar kebencian, amarah, kesombongan hati, jadi ramadan ini adalah bulan yang sangat tepat untuk menumbuhkan nilai-nilai tersebut,” lanjutnya.

Menurut Ribicha, Radikalisme yang berkembang di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, kerap memanfaatkan fase pencarian jati diri yang umumnya terjadi pada usia tersebut.

“Kalau ngomongin radikalisme di media sosial dan Gen Z memang harus hati-hati jangan sampai dan kalau juga ada penyaringan konten-konten kadang ini menyusup pelan-pelan, nggak kerasa,” ujarnya.

Kemudian Ribicha berharap Indonesia dapat terus menjadi teladan bahwa nilai-nilai agama dapat berjalan selaras dengan nilai kemanusiaan.

“Pastinya harapan saya ke Indonesia tetap menjadi contoh bahwa agama bisa berjalan seiring dengan kemanusiaan. Seperti kalau kita yang ditegaskan oleh Allah, rahmatan lil alamin, bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Bukan hanya untuk Islam saja, tidak hanya untuk Muslim saja, tapi untuk seluruh alam,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Ramadan diharapkan mampu menjadi momentum memperkuat harmoni sosial sekaligus meneguhkan komitmen masyarakat Indonesia untuk menanam toleransi serta menghapus akar radikalisme demi menjaga persatuan bangsa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Ekosistem Pertanian untuk Jaga Kedaulatan Pangan Nasional

25 August 2026 - 15:01

Di Tengah Ancaman Iklim, Swasembada Pangan Menjadi Benteng Ketahanan Indonesia

25 August 2026 - 15:01

Pemerintah Prioritaskan MBG untuk Daerah 3T dan Kelompok Rentan

25 August 2026 - 15:01

Pemerintah Pastikan MBG di Daerah 3T Tetap Penuhi Standar Gizi

25 August 2026 - 15:01

Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Karhutla Terpadu dari Kalimantan hingga Sumatera

25 August 2026 - 15:01

Trending on Berita