Menu

Dark Mode
Peresmian BBM B50 Menjadi Tonggak Penguatan Transisi Energi Nasional RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Energi melalui Peluncuran Biodiesel B50

Berita

Kontrak Mobil Niaga Kopdes Wajib Bangun Pabrik di RI, Investasi, dan Infrastruktur Aftersales Disiapkan

badge-check


					Kontrak Mobil Niaga Kopdes Wajib Bangun Pabrik di RI, Investasi, dan Infrastruktur Aftersales Disiapkan Perbesar

Jakarta – Pengadaan 105.000 unit kendaraan niaga untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dipastikan tidak berhenti pada skema impor semata. PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan kontrak kerja sama dengan prinsipal otomotif India mewajibkan pembangunan pabrik dan infrastruktur layanan purna jual di Indonesia.

Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Mahindra dan Tata Motors telah mengatur komitmen investasi jangka menengah hingga panjang. Menurutnya, kewajiban tersebut menjadi bagian integral dari kesepakatan pengadaan kendaraan operasional koperasi desa.

“Mereka segera mau produksi di Indonesia, dalam kontrak tertera, dia harus produksi di Indonesia 2027 sampai 2028,” kata Joao.

Mahindra disebut tengah menjajaki Subang, Jawa Barat, sebagai lokasi pembangunan fasilitas produksi. Selain itu, perusahaan juga mulai membangun jaringan bengkel dan distributor di berbagai wilayah untuk memastikan kesiapan layanan pasca penjualan.

“Ya, komitmen investasi, selain daripada dia membangun pabrik, sekarang ini dia membangun bengkel-bengkel di seluruh Indonesia, dan distributor,” ujar Joao.

Sementara itu, Tata Motors juga diwajibkan membangun fasilitas perakitan di Indonesia, dengan target operasional pada 2029. Joao menegaskan, setiap penjualan unit kendaraan telah disertai jaminan suplai suku cadang dan pengembangan jaringan layanan.

“Kehadiran Tata dan Mahindra, di mana mereka adalah dua industri yang cukup tangguh dan besar di dunia, menjual mobil itu selalu didahului oleh suplai suku cadangnya. Kemudian dilanjutkan dengan persiapan membuka bengkel di seluruh tempat populasi mereka beredar,” katanya.

Total 105.000 unit kendaraan akan didistribusikan untuk mendukung 30.712 koperasi desa di seluruh Indonesia, dengan nilai pengadaan mencapai Rp24,66 triliun. Komposisinya meliputi 35.000 unit Scorpio Pikap dari Mahindra, 35.000 unit Yodha Pikap, serta 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck dari Tata Motors.

Joao menegaskan, impor dalam tahap awal dilakukan untuk memenuhi kebutuhan percepatan Program Kopdes Merah Putih. Namun, skema tersebut telah diikat dengan kewajiban investasi industri di dalam negeri, sehingga berdampak pada penguatan basis produksi dan ekosistem otomotif nasional.

Pengadaan kendaraan Kopdes Merah Putih tidak hanya berorientasi pada penyediaan armada operasional, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pembangunan fasilitas manufaktur, jaringan bengkel, serta distribusi suku cadang secara menyeluruh di Indonesia yang tentu akan mendorong transfer teknologi dan membuka lapangan kerja baru. #

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi

10 July 2026 - 10:08

Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi

10 July 2026 - 10:08

Skema Baru MBG Disiapkan Agar Program Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

10 July 2026 - 10:08

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

10 July 2026 - 10:08

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

10 July 2026 - 10:08

Trending on Berita