Menu

Dark Mode
Peresmian BBM B50 Menjadi Tonggak Penguatan Transisi Energi Nasional RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Energi melalui Peluncuran Biodiesel B50

Berita

Percepatan Pembangunan Rusun Subsidi Perluas Akses Rumah Layak di Perkotaan

badge-check


					Percepatan Pembangunan Rusun Subsidi Perluas Akses Rumah Layak di Perkotaan Perbesar

Jakarta – Percepatan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi kembali digencarkan pemerintah sebagai bagian dari strategi memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking rusun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, pada 8 Maret 2026. Program ini telah dilaporkan kepada Prabowo Subianto sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas nasional.

Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan bahwa proyek ini merupakan terobosan penting dalam penyediaan hunian vertikal terjangkau yang terintegrasi dengan fasilitas sosial dan akses ekonomi. Rusun subsidi yang dibangun tidak sekadar menyediakan tempat tinggal, melainkan menghadirkan ekosistem hunian yang layak dan produktif.

“Rencana 8 Maret kita akan lakukan groundbreaking. Ini bagian dari percepatan dan terobosan yang sedang kita lakukan,” ujar Maruarar di Bekasi, Jawa Barat.

Ara mengungkapkan bahwa sebelum pembangunan dimulai secara masif, pihaknya akan melakukan survei untuk memahami kebutuhan dan preferensi calon penghuni. Pendekatan berbasis kebutuhan ini diharapkan memastikan hunian yang dibangun tidak hanya terjangkau secara harga, tetapi juga sesuai dengan karakter dan pola hidup masyarakat perkotaan.

“Kita ingin memahami bagaimana kemauan konsumen. Karena itu, akan dilakukan survei dengan metodologi yang tepat dan sampling yang benar agar produk rusun subsidi ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain aspek bangunan, pemerintah juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas pendukung seperti sekolah, rumah sakit, pasar, tempat kerja, serta akses transportasi. Dengan konsep integrasi kawasan, rusun subsidi diharapkan mampu mengurangi beban biaya transportasi dan meningkatkan kualitas hidup para pekerja di kawasan industri sekitar.

“Rusun subsidi ini tidak hanya bangunan, tetapi harus didukung lingkungan yang layak dan produktif bagi penghuninya,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pembangunan rusun subsidi ini menjadi jawaban atas persoalan keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan hunian di Kabupaten Bekasi yang merupakan kawasan industri padat penduduk.

“Rusun subsidi ini adalah solusi nyata untuk menjawab persoalan tersebut dan akan menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Barat. Jumlah penduduk di Bekasi sangat besar karena kawasan industri, sementara lahannya terbatas,” ujar Dedi.

Dedi juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat regulasi agar pertumbuhan industri sejalan dengan penyediaan hunian bagi pekerja.

“Dalam waktu dekat, saya akan menerbitkan Peraturan Gubernur yang mewajibkan setiap kawasan industri menyiapkan kawasan perumahan, termasuk rusun seperti ini,” tutur Dedi.

Dengan lokasi yang dinilai strategis dan berdekatan dengan kawasan industri, rusun subsidi Meikarta diproyeksikan memiliki pangsa pasar tinggi. Pemerintah pusat dan daerah saat ini tengah membahas skema harga terbaik agar tetap terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah dan pengembang swasta diharapkan menjadi model baru percepatan penyediaan hunian vertikal yang terjangkau, terintegrasi, dan berkelanjutan di wilayah perkotaan Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi

10 July 2026 - 10:08

Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi

10 July 2026 - 10:08

Skema Baru MBG Disiapkan Agar Program Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

10 July 2026 - 10:08

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

10 July 2026 - 10:08

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

10 July 2026 - 10:08

Trending on Berita