Menu

Dark Mode
Peresmian BBM B50 Menjadi Tonggak Penguatan Transisi Energi Nasional RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Energi melalui Peluncuran Biodiesel B50

Berita

Pemerintah Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok Selama Ramadan

badge-check


					Pemerintah Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok Selama Ramadan Perbesar

JAKARTA — Pemerintah memastikan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Berbagai upaya telah disiapkan agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang tanpa dihantui lonjakan harga yang membebani. Salah satu langkah utama yang diambil adalah penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang diprioritaskan menjelang bulan suci.

Melalui Perum Bulog, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan kepada 33.244.408 KPM dengan alokasi 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk periode Februari dan Maret 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 11,92 triliun.

Menurut Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pasokan pangan tetap stabil dan harga terkendali.

“Bantuan pangan ini akan menjangkau lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat yang akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan. Kami berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan stabilitas harga selama bulan Ramadan,” ujar Amran.

Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa stok bahan pangan selama Ramadan berada dalam posisi aman. Per 13 Februari 2026, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog mencapai 3,53 juta ton, sementara stok minyak goreng tercatat sekitar 15.000 kiloliter.

Pemerintah juga telah membentuk Satgas Saber Pelanggaran Pangan untuk mengawasi distribusi bahan pangan dan memastikan tidak ada penimbunan atau praktik yang merugikan masyarakat.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya keberlanjutan stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Pemerintah daerah memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pangan. Kami optimistis ketersediaan stok cukup karena produksi beras dalam negeri diproyeksikan meningkat pada Januari hingga Maret,” kata Airlangga.

Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, juga menyampaikan bahwa skema bansos berupa komoditas fisik lebih efektif dalam meredam tekanan harga dibandingkan bantuan tunai.

“Dengan memberikan bahan pangan langsung kepada masyarakat, suplai di pasar bertambah sehingga harga bisa lebih terkendali. Bantuan tunai justru berpotensi memicu inflasi,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah memastikan bahwa masyarakat dapat menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026 tanpa kekhawatiran tentang harga bahan pokok yang melambung. Pemerintah telah membuktikan bahwa stabilitas pasar pangan bukanlah hal yang mustahil dicapai jika semua elemen bergerak bersama.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi

10 July 2026 - 10:08

Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi

10 July 2026 - 10:08

Skema Baru MBG Disiapkan Agar Program Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

10 July 2026 - 10:08

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

10 July 2026 - 10:08

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

10 July 2026 - 10:08

Trending on Berita