Menu

Dark Mode
Peresmian BBM B50 Menjadi Tonggak Penguatan Transisi Energi Nasional RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Energi melalui Peluncuran Biodiesel B50

Berita

Apresiasi dan Dukungan Menguat, Swasembada Pangan Multi Komoditas Masuki Babak Baru

badge-check


					Apresiasi dan Dukungan Menguat, Swasembada Pangan Multi Komoditas Masuki Babak Baru Perbesar

Jakarta — Gelombang apresiasi terhadap agenda swasembada pangan multi komoditas terus menguat. Berbagai kalangan menilai langkah deregulasi dan penataan ulang kebijakan pangan sepanjang 2025–2026 menjadi fondasi penting bagi penguatan produksi nasional sekaligus hilirisasi pertanian.

Wasekjen IV Rumpun Kajian Strategis DPP HA IPB sekaligus Wasekjen DPN HKTI Bidang Gizi dan Kabid Usaha & Bisnis Pertanian PISPI, Muhammad Sirod, menyebut pemerintah telah menerbitkan paket 25 regulasi sebagai langkah strategis memperkuat agenda swasembada pangan dan hilirisasi.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mencakup satu Peraturan Pemerintah, tiga Peraturan Presiden, dua Keputusan Presiden, tujuh Instruksi Presiden, serta sejumlah Peraturan dan Keputusan Menteri Pertanian.

“Pemerintah menerbitkan paket 25 regulasi sepanjang 2025–2026 sebagai langkah strategis memperkuat agenda swasembada pangan sekaligus mendorong hilirisasi pertanian,” ujarnya.

Di saat yang sama, sekitar 547 regulasi internal turut dicabut. Langkah ini, menurut Sirod, menandai dua arah besar reformasi: penataan ulang arsitektur kebijakan sekaligus penyederhanaan prosedur administratif yang selama ini memperlambat eksekusi program pangan.

Paket deregulasi tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur rantai pasok pangan modern dari hulu hingga hilir. Fokusnya meliputi penyederhanaan aturan internal, percepatan perizinan produksi, reorganisasi kelembagaan teknis, penataan tata niaga impor, serta penguatan koordinasi pusat-daerah melalui Instruksi Presiden.

Sirod menilai pencabutan ratusan regulasi internal sangat penting untuk mengurangi tumpang tindih aturan turunan. Sebelumnya, satu program pangan kerap memiliki banyak pedoman dan surat edaran berjalan bersamaan, sehingga meningkatkan biaya koordinasi dan memperlambat pengambilan keputusan.

Keberhasilan deregulasi ini juga tercermin dalam kinerja perdagangan pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan ekspor pertanian Indonesia sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai Rp629,76 triliun.

“Karena deregulasi yang dikeluarkan Bapak Presiden, ekspor pertanian kita naik Rp158 triliun, sementara impor turun Rp34 triliun,” ujar Amran dalam acara Indonesia Economic Outlook di Jakarta beberapa saat yang lalu.

Angka tersebut naik Rp158,38 triliun atau 33,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, impor pangan tercatat Rp321,14 triliun, turun Rp34,08 triliun atau 9,49 persen dibanding periode yang sama 2024.

Capaian ini diperkuat dengan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 125, serta stok beras nasional yang berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

Langkah deregulasi juga menyasar distribusi pupuk subsidi. Aturan yang sebelumnya tersebar dalam 145 regulasi dan membutuhkan persetujuan lintas kementerian kini dipangkas. Proses distribusi cukup melalui persetujuan Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia Holding Company, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Kebijakan ini memastikan pupuk tiba tepat waktu saat musim tanam, mendorong lonjakan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Secara keseluruhan, paket 25 regulasi tersebut membentuk kerangka kebijakan pangan yang lebih ringkas dan terkoordinasi. Apresiasi dan dukungan terhadap agenda swasembada pangan multi komoditas pun terus menguat, seiring transformasi tata kelola yang dinilai semakin adaptif terhadap dinamika rantai pasok pangan modern.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi

10 July 2026 - 10:08

Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi

10 July 2026 - 10:08

Skema Baru MBG Disiapkan Agar Program Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

10 July 2026 - 10:08

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

10 July 2026 - 10:08

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

10 July 2026 - 10:08

Trending on Berita