Menu ✖

Dark Mode
Pemerintah Utamakan Kebutuhan Industri Nasional lewat Penyesuaian Ekspor Gas DPR Dukung Pengurangan Ekspor Gas demi Ketahanan Energi Nasional Pengurangan Ekspor Gas Menjadi Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Energi   Pemerintah Tepat Memprioritaskan Kebutuhan Domestik dalam Kebijakan Ekspor Gas   Prabowo Dorong BUMN Lebih Efisien dan Berorientasi pada Manfaat Publik Pemerintah Benahi BUMN Merugi, Fokus pada Perusahaan Produktif

Berita

Presiden Inisiasi Gerakan Indonesia ASRI untuk Penanganan Sampah dan Penataan Lingkungan

badge-check


					Presiden Inisiasi Gerakan Indonesia ASRI untuk Penanganan Sampah dan Penataan Lingkungan Perbesar

Bogor – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai inisiatif nasional untuk mendukung penanganan sampah dan penataan lingkungan.

Gagasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam arahannya, Presiden menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI diarahkan untuk mendorong keterlibatan instansi pemerintah serta masyarakat dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

Presiden menekankan bahwa gerakan tersebut dapat diwujudkan melalui langkah sederhana yang dilakukan secara kolektif.

“Resik saya tanya artinya apa? Artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini hanya suatu, katakanlah, nama, tapi wujudnya tadi, semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah enggak apa-apa. Pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribuan itu, cepat itu,” ucap Presiden.

Presiden juga menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin krusial di berbagai daerah. Ia menyebutkan proyeksi bahwa hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia berpotensi mengalami kelebihan kapasitas dalam beberapa tahun mendatang.

“Sampah ini menjadi masalah, diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” katanya.

Sebagai bagian dari langkah penanganan, pemerintah menargetkan pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun 2026. Presiden menyebut program tersebut diharapkan dapat mengurangi beban sampah di TPA sekaligus menghasilkan energi bagi masyarakat.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung, Saudara-saudara. Ini 34, kita segera mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga. Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita enggak benar, jorok, kotor,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden turut memperkenalkan gagasan proyek “gentengisasi” sebagai upaya memperindah kawasan permukiman. Menurut Presiden, penggunaan atap seng yang meluas membuat lingkungan terlihat kurang rapi serta menimbulkan panas bagi penghuni.

“Seng ini panas untuk penghuni, Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ucap Presiden.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin menyatakan dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI.

Ia menilai program tersebut selaras dengan agenda Green Village yang sedang dijalankan DPD RI bersama Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal.

“Kita patut mengapresiasi dan dendukung upaya Presiden Prabowo yang secara khusus memberikan perhatian pada isu sampah. Bagi kami, sampah adalah isu sosial yang potensial jika kita kelola bersama dengan pendekatan teknologi,” pungkas Sultan. #

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Utamakan Kebutuhan Industri Nasional lewat Penyesuaian Ekspor Gas

27 October 2026 - 22:39

DPR Dukung Pengurangan Ekspor Gas demi Ketahanan Energi Nasional

27 October 2026 - 22:39

Prabowo Dorong BUMN Lebih Efisien dan Berorientasi pada Manfaat Publik

27 October 2026 - 22:39

Pemerintah Benahi BUMN Merugi, Fokus pada Perusahaan Produktif

27 October 2026 - 22:39

Pemerintah Siapkan 1.000 Beasiswa Dokter Spesialis, Akses Kesehatan Daerah Jadi Prioritas

27 October 2026 - 22:39

Trending on Berita