Menu ✖

Dark Mode
Dari Deteksi Dini hingga Penyuluhan, Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla Pemerintah Percepat Penanganan Karhutla melalui Pemadaman Terpadu dan Inovasi Teknologi Bantuan Karhutla Diperkuat, Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Masyarakat Terdampak Kabut Asap Ketegasan Hukum Karhutla Sebagai Bukti Nyata Negara Hadir Melindungi Warga Perkuat Pencegahan Karhutla, Pemerintah Siapkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove yang Lebih Fleksibel Pemerintah Pastikan Penanganan Karhutla Dipercepat, Enam Provinsi Jadi Fokus

Berita

⁠⁠Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Banjir Sumatera, Ingatkan Semua Pihak Jaga Isu Kemanusiaan

badge-check


					⁠⁠Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Banjir Sumatera, Ingatkan Semua Pihak Jaga Isu Kemanusiaan Perbesar

Medan — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memusatkan perhatian pada upaya tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Seluruh langkah penanganan difokuskan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan awal wilayah terdampak.

Oleh karena itu, penting juga adanya imbauan kepada seluruh masyarakat agar isu kemanusiaan tersebut tidak dipolitisasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah daerah di ketiga provinsi terdampak telah menetapkan status darurat bencana.

Penetapan tersebut menjadi dasar hukum untuk mengerahkan seluruh sumber daya negara secara maksimal.

“Dengan status Darurat Bencana Daerah, maka pemerintah mengerahkan menurut undang-undang kedaruratan kebencanaan untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin,” ujar Pratikno dalam konferensi pers di Jakarta.

Pratikno menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penanganan dilakukan secara cepat dan serius, disertai persiapan tahap pemulihan pascabencana.

“Ini adalah masalah kemanusiaan yang harus kita selesaikan secepat-cepatnya, semaksimal mungkin,” ucapnya.

“Dan justru kita harapkan pasca recovery-nya nanti kita bisa memperbaiki lebih baik lagi,” kata Pratikno.

Ia menambahkan, pemerintah pusat juga menginstruksikan daerah untuk menyesuaikan anggaran demi percepatan respons darurat.

Dari aspek logistik dan transportasi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah telah mengerahkan armada udara untuk menjangkau wilayah terisolasi.

“Jadi sejak hari pertama, tanggal 25 November, Bapak Presiden sudah langsung menginstruksikan kepada Bapak Menko PMK untuk mengoordinir secara langsung terkait penanganan bencana,” ujar Teddy.

Menurutnya, bantuan terus dikirim melalui tiga pesawat Hercules dan satu pesawat A400M dengan prioritas tenda pengungsian, perahu karet, alat komunikasi, serta dukungan medis.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan bantuan sosial tersalurkan merata ke warga terdampak.

“Kemensos juga terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan,” kata Gus Ipul.

Kemensos mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana, mendirikan dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik bernilai miliaran rupiah yang menjangkau ribuan korban di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sembari melakukan asesmen lanjutan di Aceh.

Di tengah fokus penanganan darurat tersebut, pemerintah mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan bencana sebagai komoditas politik, sehingga proses kemanusiaan dapat berjalan optimal dan stabilitas nasional tetap terjaga. (*)⁠⁠Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Banjir Sumatera, Ingatkan Semua Pihak Jaga Isu Kemanusiaan

Medan — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memusatkan perhatian pada upaya tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Seluruh langkah penanganan difokuskan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan awal wilayah terdampak.

Oleh karena itu, penting juga adanya imbauan kepada seluruh masyarakat agar isu kemanusiaan tersebut tidak dipolitisasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah daerah di ketiga provinsi terdampak telah menetapkan status darurat bencana.

Penetapan tersebut menjadi dasar hukum untuk mengerahkan seluruh sumber daya negara secara maksimal.

“Dengan status Darurat Bencana Daerah, maka pemerintah mengerahkan menurut undang-undang kedaruratan kebencanaan untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin,” ujar Pratikno dalam konferensi pers di Jakarta.

Pratikno menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penanganan dilakukan secara cepat dan serius, disertai persiapan tahap pemulihan pascabencana.

“Ini adalah masalah kemanusiaan yang harus kita selesaikan secepat-cepatnya, semaksimal mungkin,” ucapnya.

“Dan justru kita harapkan pasca recovery-nya nanti kita bisa memperbaiki lebih baik lagi,” kata Pratikno.

Ia menambahkan, pemerintah pusat juga menginstruksikan daerah untuk menyesuaikan anggaran demi percepatan respons darurat.

Dari aspek logistik dan transportasi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah telah mengerahkan armada udara untuk menjangkau wilayah terisolasi.

“Jadi sejak hari pertama, tanggal 25 November, Bapak Presiden sudah langsung menginstruksikan kepada Bapak Menko PMK untuk mengoordinir secara langsung terkait penanganan bencana,” ujar Teddy.

Menurutnya, bantuan terus dikirim melalui tiga pesawat Hercules dan satu pesawat A400M dengan prioritas tenda pengungsian, perahu karet, alat komunikasi, serta dukungan medis.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan bantuan sosial tersalurkan merata ke warga terdampak.

“Kemensos juga terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan,” kata Gus Ipul.

Kemensos mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana, mendirikan dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik bernilai miliaran rupiah yang menjangkau ribuan korban di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sembari melakukan asesmen lanjutan di Aceh.

Di tengah fokus penanganan darurat tersebut, pemerintah mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan bencana sebagai komoditas politik, sehingga proses kemanusiaan dapat berjalan optimal dan stabilitas nasional tetap terjaga. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Gerak Cepat Bantu Korban Karhutla, Perkuat Pemadaman dan Salurkan Bantuan

15 October 2026 - 00:00

Dari Deteksi Dini hingga Penyuluhan, Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla

15 October 2026 - 00:00

Presiden Intruksikan 70 Ribu Personel Gabungan Percepat Pemadaman Karhutla

15 October 2026 - 00:00

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla Secara Menyeluruh

15 October 2026 - 00:00

Inovasi Teknologi dan Sinergitas Lintas Instansi Dukung Percepatan Penanganan Karhutla

15 October 2026 - 00:00

Trending on Berita