Menu

Dark Mode
Swasembada Energi PLTS 100 GW dan Keberanian Pemerintah PLTS 100 GW sebagai Instrumen Transformasi Energi Nasional Pergerakan Wisatawan Nusantara Perkuat Ekonomi Daerah Saat Lebaran Momentum Lebaran 2026 Percepat Pertumbuhan Ekonomi Nasional Menghadapi Tekanan Global dengan Swasembada Pangan Di Tengah Tekanan Global, Swasembada Pangan Harus Dipercepat

Berita

Tekanan Global Direspons dengan Penguatan Swasembada Pangan

badge-check


					Tekanan Global Direspons dengan Penguatan Swasembada Pangan Perbesar

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa ketahanan pangan nasional tetap terjaga meskipun dunia menghadapi tekanan geopolitik, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur distribusi global seperti Selat Hormuz.

Dalam merespons situasi tersebut, pemerintah memperkuat langkah-langkah strategis guna mendorong swasembada pangan dan menjamin ketersediaan bahan pangan bagi seluruh masyarakat.

“Sekarang dunia mengalami geopolitik, terjadi perang, bahkan jika Selat Hormuz ditutup itu akan berdampak pada banyak negara. Alhamdulillah dari sisi pangan kita aman,” ungkap Amran.

Ia menilai, upaya menjaga stabilitas pangan menjadi elemen krusial dalam mewujudkan kedaulatan pangan, sekaligus menopang arah pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045 melalui agenda Asta Cita. Ia juga menekankan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat, terutama menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Amran juga mendukung kebijakan Presiden Prabowo yang sangat berpihak kepada petani. Salah satu kebijakan itu ialah menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Hal ini menjadi langkah penting dalam membantu petani meningkatkan produktivitas.

“Begitu cintanya Presiden kepada rakyat. Harga pupuk turun sampai 20 persen dan ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Amran.

Amran pun mendorong seluruh pihak bersama-sama bekerja keras mewujudkan kemandirian nasional di berbagai sektor strategis di samping kemandirian pangan.

“Kita harus bekerja keras mewujudkan kemandirian energi, kemandirian protein, dan kemandirian pangan. Jika semua ini terwujud, Indonesia akan jauh lebih aman. Negara ini milik bersama dan akan kita wariskan kepada anak cucu kita,” tegasnya.

Ketua Dewan Pakar DPP Pemuda Tani Indonesia, Bayu Dwi Apri Nugroho menjelaskan konflik global justru dapat menjadi momentum mempercepat kemandirian pangan nasional.

“Kalau konflik ini terus berlanjut, mungkin nanti akan berpengaruh. Tetapi sisi positifnya, Indonesia didorong untuk lebih cepat mencapai swasembada pangan,” ujarnya.

Ia menerangkan sejumlah program pemerintah sebenarnya sudah mengarah pada penguatan produksi pangan nasional. Program tersebut antara lain optimalisasi lahan, cetak sawah baru, serta modernisasi pertanian melalui mekanisasi.

Selaras dengan itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam sayuran secara mandiri, termasuk dengan metode hidroponik. Kebiasaan menanam sendiri dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari rumah tangga, kemudian RT, desa, hingga tingkat nasional,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Swasembada Energi PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan Perhitungan Matang

22 March 2026 - 22:48

Pemerintah Percepat Swasembada Energi Indonesia, 100 GW Surya Disiapkan

22 March 2026 - 22:48

Lebaran 2026 Jadi Penggerak Utama Perekonomian di Berbagai Daerah

22 March 2026 - 22:48

Pemerintah Jadikan Tekanan Global Momentum Swasembada Pangan

22 March 2026 - 22:48

Lebaran 2026 Bawa Dampak Positif bagi Pergerakan Ekonomi Daerah

22 March 2026 - 22:48

Trending on Berita