Menu

Dark Mode
Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme Ramadan Dorong Generasi Muda Perkuat Toleransi dan Cegah Radikalisme Digital Ramadan Hadirkan Harmoni, Menanam Toleransi, dan Menghapus Akar Radikalisme Ramadan, Momentum Memperkuat Toleransi dan Meredam Radikalisme MUI: Ramadan Momentum Menanam Toleransi dan Menangkal Radikalisme di Era Digital Jalan Tol hingga Posko Kesehatan, Pemerintah Kerahkan demi Mudik Lebaran Aman

Berita

Ramadan Hadirkan Harmoni, Menanam Toleransi, dan Menghapus Akar Radikalisme

badge-check


					Ramadan Hadirkan Harmoni, Menanam Toleransi, dan Menghapus Akar Radikalisme Perbesar

Jakarta – Bulan suci Ramadan kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni sosial.

Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai ruang mempererat persaudaraan serta menanamkan nilai-nilai moderasi yang mampu menangkal berkembangnya paham radikalisme di tengah masyarakat.

Anggota Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan masyarakat Indonesia telah hidup berdampingan dalam keberagaman suku, agama, dan budaya dengan menjunjung tinggi nilai saling menghormati.

“Toleransi beragama di Indonesia menurut saya toleransi itu bukan hal baru, warisan peradaban dahulu masyarakat kita sudah hidup dengan keberagaman, yang mana ini juga selaras dengan keislaman kalo di alquran,” ujar Rabicha.

Ramadan menjadi momentum yang sangat tepat untuk memperkuat moderasi beragama dan menumbuhkan toleransi melalui sikap menahan diri dari ujaran kebencian maupun sikap permusuhan.

“Ramadan ini adalah momentum tepat untuk meningkatkan moderasi beragama, toleransi beragama, dengan apa menahan untuk tidak mengujar kebencian, amarah, kesombongan hati, jadi ramadan ini adalah bulan yang sangat tepat untuk menumbuhkan nilai-nilai tersebut,” lanjutnya.

Menurut Ribicha, Radikalisme yang berkembang di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, kerap memanfaatkan fase pencarian jati diri yang umumnya terjadi pada usia tersebut.

“Kalau ngomongin radikalisme di media sosial dan Gen Z memang harus hati-hati jangan sampai dan kalau juga ada penyaringan konten-konten kadang ini menyusup pelan-pelan, nggak kerasa,” ujarnya.

Kemudian Ribicha berharap Indonesia dapat terus menjadi teladan bahwa nilai-nilai agama dapat berjalan selaras dengan nilai kemanusiaan.

“Pastinya harapan saya ke Indonesia tetap menjadi contoh bahwa agama bisa berjalan seiring dengan kemanusiaan. Seperti kalau kita yang ditegaskan oleh Allah, rahmatan lil alamin, bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Bukan hanya untuk Islam saja, tidak hanya untuk Muslim saja, tapi untuk seluruh alam,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Ramadan diharapkan mampu menjadi momentum memperkuat harmoni sosial sekaligus meneguhkan komitmen masyarakat Indonesia untuk menanam toleransi serta menghapus akar radikalisme demi menjaga persatuan bangsa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ramadan Dorong Generasi Muda Perkuat Toleransi dan Cegah Radikalisme Digital

14 March 2026 - 13:00

MUI: Ramadan Momentum Menanam Toleransi dan Menangkal Radikalisme di Era Digital

14 March 2026 - 13:00

Ramadan, Momentum Memperkuat Toleransi dan Meredam Radikalisme

14 March 2026 - 13:00

Pemerintah Pastikan Jalan Jalur Mudik Prima Jelang Lebaran

14 March 2026 - 00:15

Pemerintah Siapkan Jalan, Transportasi, hingga Posko Kesehatan Jelang Lebaran

14 March 2026 - 00:15

Trending on Berita