Menu

Dark Mode
Pemerintah Tegaskan Kopdes Merah Putih untuk Tingkatkan Kesejahteraan Desa Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Ciptakan Papua yang Aman Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Ciptakan Stabilitas Keamanan Papua Transparansi dan Profesionalisme Jadi Kunci Kopdes Merah Putih Dongkrak Ekonomi Desa Lebaran Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional 2026 Lebaran sebagai Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Berita

Pembangunan Kopdes Merah Putih Dipacu, Dukungan Berbagai Pihak Menguat

badge-check


					Pembangunan Kopdes Merah Putih Dipacu, Dukungan Berbagai Pihak Menguat Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari kementerian, BUMN, hingga organisasi masyarakat. Program ini ditargetkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mengembalikan koperasi sebagai “soko guru” perekonomian nasional. Ia menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih menjadi bagian dari strategi besar transformasi ekonomi berbasis rakyat.

Menurut Ferry, langkah ini diambil sebagai respons atas melemahnya aktivitas ekonomi lokal dalam tiga dekade terakhir akibat arus liberalisasi ekonomi.

“Kita ingin mengembalikan kekuatan ekonomi rakyat melalui koperasi yang kuat dan modern,” ujarnya.

Pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih. Hingga kini, sebanyak 83.000 akta badan hukum koperasi telah diterbitkan di seluruh Indonesia. Selain itu, pembangunan fisik juga dipercepat melalui Inpres Nomor 17 Tahun 2025, dengan target 32.000 unit fasilitas koperasi seperti gudang dan gerai rampung dalam dua bulan mendatang.

Namun, dalam pelaksanaannya, pemerintah menemukan sejumlah tantangan, terutama terkait infrastruktur dasar di desa. Ferry mengungkapkan bahwa masih banyak desa yang belum memiliki akses listrik dan internet memadai. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Koperasi bekerja sama dengan PLN dalam penyediaan pembangkit listrik tenaga surya skala kecil, serta menggandeng Kominfo dan Telkom untuk mempercepat digitalisasi koperasi di daerah terpencil.

“Kita tidak ingin anak muda desa terus lari ke kota (urbanisasi). Dengan adanya koperasi desa, kita bangun ekosistem usaha di desa agar tercipta pertumbuhan ekonomi lokal dan lapangan kerja baru,” kata Ferry.

Di sisi lain, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Adian Husaini menilai bahwa peluang yang dibuka pemerintah saat ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh organisasi masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan konsolidasi agar potensi tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi umat.

“Kita segera konsolidasi dan koordinasi semuanya. Insya Allah, saat ini pemerintah membuka diri, bahkan membuka jalan,” ujar Adian.

Menutup sambutannya, Ferry mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku UMKM, untuk aktif memproduksi kebutuhan sehari-hari seperti kecap, saus, dan roti yang dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi desa. “Ini adalah revolusi ekonomi yang sedang berlangsung. Kita bangun industri dari desa untuk Indonesia yang lebih adil dan berdaulat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Kebut Pembangunan Kopdes Merah Putih di Seluruh Wilayah

24 March 2026 - 10:24

Pemerintah Terapkan WFA Saat Arus Balik, Respons Positif Mengalir

24 March 2026 - 10:24

WFA Jadi Strategi Pemerintah Kelola Arus Balik

24 March 2026 - 10:24

Lonjakan Konsumsi Lebaran 2026 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

24 March 2026 - 10:24

Seluruh Elemen Masyarakat Kompak Jaga Stabilitas Keamanan Tanah Papua

24 March 2026 - 10:24

Trending on Berita