Menu

Dark Mode
Koperasi Merah Putih Perkuat Pemerataan APBN hingga Masyarakat Bawah Koperasi Merah Putih Didorong untuk Perluas Distribusi Manfaat APBN Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat Koperasi Desa Merah Putih dan Ikhtiar Memperluas Akses Ekonomi Rakyat Sekolah Garuda Transformasi 2026, Langkah Nyata Hadirkan Pendidikan Bermutu dan Inklusif Pemerintah Perkuat Talenta Global Lewat Sekolah Garuda Berbasis Pendidikan Bermutu

Berita

Ketahanan Ekonomi RI Jadi Penopang Hadapi Geopolitik

badge-check


					Ketahanan Ekonomi RI Jadi Penopang Hadapi Geopolitik Perbesar

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional menjadi faktor utama dalam menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar global.

Di tengah dinamika tersebut, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan mampu meredam berbagai tekanan eksternal.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa pemerintah terus mencermati perkembangan global sembari memastikan kondisi domestik tetap stabil. Ia menegaskan bahwa berbagai pandangan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan.

“Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat, perlu kami tambahkan bahwa Pemerintah memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilian, ditopang oleh beberapa faktor utama,” ujar Haryo.

Menurutnya, stabilitas makroekonomi tetap terjaga dengan pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,11 persen (yoy) dan inflasi yang berada dalam target. Konsumsi domestik masih menjadi motor utama pertumbuhan, diperkuat oleh stimulus fiskal dan program bantuan sosial.

Pemerintah juga memperkuat bantalan ekonomi melalui ketahanan pangan dan energi, termasuk pencapaian swasembada sejumlah komoditas dan surplus energi dari program biodiesel.

Langkah transformasi ekonomi terus didorong melalui hilirisasi industri, investasi, serta pengembangan energi baru terbarukan dan kendaraan listrik.

“Kami akan terus menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap perkembangan global, sehingga perekonomian nasional tetap tumbuh positif dan berkelanjutan,” tegas Haryo.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap mampu menghadapi gejolak global. Ia menekankan bahwa ruang fiskal masih tersedia sebagai bantalan ekonomi.

“Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih mempunyai ruangan untuk memberi cushion atau bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan bahwa defisit anggaran tetap terkendali hingga akhir tahun.

“Anggaran kita sekarang sampai akhir tahun pun tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” jelasnya.

Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi secara matang seluruh dinamika fiskal hingga akhir tahun, sehingga kondisi anggaran tetap terkendali dan tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan publik maupun pelaku pasar.

“Teman-teman media dan masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat-marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Koperasi Merah Putih Didorong untuk Perluas Distribusi Manfaat APBN

10 April 2026 - 23:13

Koperasi Merah Putih Perkuat Pemerataan APBN hingga Masyarakat Bawah

10 April 2026 - 23:13

Sekolah Garuda Transformasi 2026, Langkah Nyata Hadirkan Pendidikan Bermutu dan Inklusif

10 April 2026 - 23:13

Pemerintah Perkuat Talenta Global Lewat Sekolah Garuda Berbasis Pendidikan Bermutu

10 April 2026 - 23:13

Tren Positif Stabilitas Keamanan Papua Perkuat Percepatan Pembangunan

10 April 2026 - 23:13

Trending on Berita