Menu

Dark Mode
Pemulihan Pasca Bencana Aceh Terus Optimal, Tokoh Publik Wajib Jaga Persatuan Nasional Tokoh Masyarakat Wajib Jaga Persatuan Wujudkan Percepatan Pemulihan Aceh Fokus ke Pemulihan Aceh Pascabencana, Narasi Provokatif Dinilai Kontraproduktif Provokasi Pisah dari NKRI Dinilai Tidak Relevan, Aceh Butuh Rehabilitasi Pascabencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris Tegaskan Arah Diplomasi Global Diplomasi Presiden Prabowo di Inggris Tegaskan Kepemimpinan Indonesia di Kancah Global

Berita

Indonesia Gelap’ Dinilai Tidak Objektif, Generasi Muda Harus Tetap Rasional

badge-check


					Indonesia Gelap’ Dinilai Tidak Objektif, Generasi Muda Harus Tetap Rasional Perbesar

Jakarta — Narasi pesimistis bertajuk “Indonesia Gelap” yang belakangan ramai digaungkan di ruang publik dinilai tidak berdiri di atas dasar yang objektif. Ketua Umum Pengurus Pusat Tunas Indonesia Raya (PP TIDAR), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyebut narasi tersebut sengaja digoreng oleh kelompok yang tidak menyukai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Menurut saya, narasi Indonesia Gelap adalah sebuah narasi yang memang digelontorkan dan dikompori oleh pihak-pihak yang mungkin tidak suka dengan kepemimpinan dari Bapak Prabowo Subianto,” ujar Saraswati.

Ia menilai, penggunaan narasi tersebut hanya memperkeruh suasana di tengah masa transisi pemerintahan yang sedang fokus membangun fondasi pembangunan jangka panjang. Saraswati yang akrab disapa Sara mengajak generasi muda untuk tetap berpikir kritis namun rasional, serta tidak mudah termakan provokasi yang tidak produktif bagi kemajuan bangsa.

Sara menyadari bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini tengah diimplementasikan pemerintah memang menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian kalangan. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan itu ditujukan untuk menutup berbagai kebocoran anggaran yang selama ini menggerogoti efektivitas program pemerintah.

“Apalagi dengan efisiensi anggaran yang begitu besarnya, tapi itu untuk apa? Menutup adanya kebocoran yang selama ini terjadi, yang tidak efisien, dan tidak efektif,” tegasnya.

Menurutnya, keputusan strategis yang diambil oleh Presiden Prabowo telah melalui pertimbangan matang dengan melibatkan para pakar ekonomi. Langkah-langkah itu diyakini sebagai jalan menuju pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045.

Sara juga menekankan bahwa berbagai program prioritas seperti ketahanan pangan, pengembangan sektor agro, pembangunan perumahan, hingga program makan bergizi gratis bukan hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja yang luas bagi generasi muda.

“Kita ingin melihat lapangan pekerjaan yang sudah dijanjikan pasti akan terjadi, lewat ketahanan pangan, sektor agro, perumahan, maupun program makan bergizi gratis,” ujarnya optimis.

Untuk itu, Sara mengimbau generasi muda agar tidak larut dalam narasi gelap yang menyesatkan. Sebaliknya, ia mendorong pemuda untuk terus berkontribusi aktif sesuai kapasitas masing-masing demi mendorong pertumbuhan nasional.

“Jadi jangan sedih, jangan khawatir, jangan gelisah. Mari kita lakukan bagian kita masing-masing dan kita percayakan untuk ekonomi makro kepada Bapak Prabowo,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fokus ke Pemulihan Aceh Pascabencana, Narasi Provokatif Dinilai Kontraproduktif

20 January 2026 - 09:30

Provokasi Pisah dari NKRI Dinilai Tidak Relevan, Aceh Butuh Rehabilitasi Pascabencana

20 January 2026 - 09:30

Presiden Prabowo Bawa Isu Konservasi dan Investasi dalam Rangkaian Kunjungan ke Inggris

20 January 2026 - 09:30

Lawatan Presiden Prabowo ke Inggris Dorong Diplomasi Ekonomi dan Komitmen Pelestarian Lingkungan

20 January 2026 - 09:29

Pemerintah Siapkan Paket Ekonomi 2026 untuk Kesejahteraan dan Pertumbuhan Berkelanjutan

20 January 2026 - 09:29

Trending on Berita