Menu ✖

Dark Mode
Topeng Perjuangan dan Air Mata Perempuan Jila Presiden Prabowo Beri Subsidi Haji 2027 untuk Ringankan Beban Jemaah Pemerintah Ringankan Beban Pelunasan Jemaah lewat Subsidi Haji 2027 Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

Opini

Pemerintah Pastikan Fokus Pemulihan Infrastruktur dan Hunian Terdampak Bencana Sumatera

badge-check


					Pemerintah Pastikan Fokus Pemulihan Infrastruktur dan Hunian Terdampak Bencana Sumatera Perbesar

Jakarta, – Pemerintah menegaskan bahwa seluruh upaya kini difokuskan pada pemulihan infrastruktur dan hunian bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fase tanggap darurat dinyatakan mulai bergeser ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi menyeluruh, dengan target agar kehidupan warga yang terdampak bisa kembali stabil secepat mungkin.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyampaikan bahwa rencana rehabilitasi dan rekonstruksi sudah dipersiapkan sejak awal Desember. “Fase rehabilitasi dan rekonstruksi sudah mulai dipersiapkan, targetnya dalam 100 hari,” ujarnya pada konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Lebih lanjut dijelaskan, pemulihan tidak hanya mencakup perbaikan jalan dan jembatan, tetapi juga penyiapan hunian sementara maupun tetap bagi korban rumah rusak atau hancur.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa prioritas pemerintah sekarang adalah penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“BNPB akan langsung memimpin koordinasi penyediaan shelter, dan hunian tetap tentunya akan disiapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan bahwa proses rehabilitasi telah resmi memasuki fase recovery di sejumlah wilayah terdampak seperti Sumatera Barat, setelah tahap awal tanggap darurat.

Pemerintah juga mempercepat perbaikan akses transportasi jalan, jembatan, pelabuhan, hingga bandara agar distribusi bantuan, logistik, serta mobilitas warga dan tim tanggap darurat kembali lancar.

Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, upaya perbaikan infrastruktur transportasi menjadi prioritas agar konektivitas dan layanan masyarakat bisa normal kembali.

Di sisi logistik, upaya distribusi bantuan juga didukung oleh banyak pihak termasuk militer dan relawan untuk memastikan kebutuhan dasar korban bencana seperti makanan, air, dan perlindungan dapat tersalurkan.

Pemerintah menyatakan komitmennya untuk memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara transparan, cepat, dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga terkait, serta unsur masyarakat. Prioritas tidak hanya membantu korban dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kembali hunian dan infrastruktur dengan standar lebih baik agar lebih tangguh terhadap potensi bencana di masa depan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Topeng Perjuangan dan Air Mata Perempuan Jila

12 October 2026 - 09:51

Pemerintah Siaga Menghadapi Risiko Ganda Bencana Hidrometeorologi

12 October 2026 - 09:51

Energi Nuklir Membuka Babak Baru Listrik Bersih dan Stabil

12 October 2026 - 09:51

Mengelola Listrik dari Energi Nuklir Secara Aman demi Ketahanan Nasional

12 October 2026 - 09:51

Napas Lega Menuju Tanah Suci, Negara Beri Subsidi Haji 2027

12 October 2026 - 09:51

Trending on Opini