Menu

Dark Mode
DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor Komoditas Strategis Indonesia DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih

Berita

Pemerintah Siapkan Jutaan Lapangan Kerja Lewat Hilirisasi dan Investasi Desa

badge-check


					Pemerintah Siapkan Jutaan Lapangan Kerja Lewat Hilirisasi dan Investasi Desa Perbesar

Jakarta — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas lapangan kerja dan mempercepat pemerataan ekonomi melalui investasi besar di sektor pertanian dan penguatan koperasi desa. Melalui program hilirisasi bernilai Rp371 triliun, pemerintah menargetkan terciptanya jutaan lapangan kerja baru serta pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari desa.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, investasi hilirisasi senilai Rp371 triliun akan mendorong industrialisasi sektor pangan, perkebunan, dan peternakan.

“Gini, total kalau investasi hilirisasi Rp371 triliun itu, akan terserap 8 juta lapangan pekerjaan,” ujar Amran.

Amran menjelaskan, implementasi awal program ini diproyeksikan menyerap tiga juta tenaga kerja dalam tiga tahun pertama.

“Jadi 1 juta per tahun lapangan pekerjaan. Jadi, itu sangat realistis. Kami hitung selalu moderat,” katanya.

Ia menegaskan, langkah ini dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo agar sektor pertanian menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kami bergerak cepat bersama Pak Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala Danantara. Total rencana Rp371 triliun kita investasi sektor pertanian, pangan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan,” jelasnya.

Selain hilirisasi, pemerintah juga mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KopDes Merah Putih) sebagai motor pemerataan ekonomi nasional. Berdasarkan data hingga Oktober 2025, lebih dari 15.000 koperasi desa telah beroperasi aktif di berbagai wilayah, dan pemerintah menargetkan 80.000 unit terbentuk hingga akhir tahun depan.

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan, koperasi desa menjadi instrumen nyata pemberdayaan masyarakat.

“KopDes Merah Putih bukan hanya simbol kebangkitan ekonomi desa, tapi instrumen nyata yang memberi akses modal, pasar, dan pelatihan bagi warga desa,” ujarnya.

Presiden Prabowo menilai langkah ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.

“Program Koperasi Desa Merah Putih adalah upaya kita untuk memerdekakan masyarakat dari kemiskinan dan ketimpangan. Saya ingin ekonomi tumbuh dari bawah, dari desa-desa yang kuat dan mandiri,” tegas Prabowo.

Dengan sinergi lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah, program hilirisasi dan koperasi desa diyakini akan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan. ***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional

30 August 2026 - 00:19

DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor

30 August 2026 - 00:19

DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun

30 August 2026 - 00:19

Pemerintah Dorong PLTS 100 GWp untuk Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun

30 August 2026 - 00:19

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

30 August 2026 - 00:19

Trending on Berita