Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Jadi Prioritas Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Jadi Modal Pembangunan Dua Tahun Pragib, Guru Besar UI Apresiasi Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Lapangan Kerja Berkualitas dan Ketahanan Ekonomi Jadi Prioritas Pembangunan Nasional Guru Besar FEB UI: Penguatan Ekonomi Inklusif Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kerja Nyata untuk Rakyat Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

Berita

Sekolah Rakyat Mendorong Pemerataan Pendidikan Sesuai Nilai Sumpah Pemuda

badge-check


					Sekolah Rakyat Mendorong Pemerataan Pendidikan Sesuai Nilai Sumpah Pemuda Perbesar

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi titik awal terwujudnya harapan baru bagi anak-anak bangsa.

Program ini merupakan langkah strategis dalam memperjuangkan pemerataan pendidikan di seluruh pelosok negeri, sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda yang menegaskan semangat persatuan dan kesetaraan bagi seluruh anak Indonesia.

“Saya kira ini sangat juga membesarkan hati saya hari ini dengan mengetahui bahwa hari ini kita sudah 100 Sekolah Rakyat yang berdiri dan beroperasi, dan saya juga diberi laporan bahwa bulan September ini sudah akan tambah beroperasi 65 sekolah lagi. Saya kira ini sesuatu prestasi yang menurut saya luar biasa,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menegaskan bahwa lahirnya Sekolah Rakyat berawal dari keprihatinan terhadap kondisi sebagian rakyat yang masih berjuang menikmati arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan.

“Yang jelas kita sudah mulai melihat titik-titik harapan. Kita sudah melihat cerahnya anak-anak yang mungkin tadinya risau apa yang akan terjadi,” ucap Presiden.

Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menghormati hak setiap warga untuk memperoleh pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

“Sekolah ini dibangun untuk memutus rantai kemiskinan yang terjadi antar generasi keluarga miskin. Melalui sekolah ini, diharapkan dapat mencetak agen perubahan dari keluarga miskin, untuk membantu mereka mencapai taraf kehidupan yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Nunuk.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat menjadi simbol keadilan sosial bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Dengan hadirnya sekolah di daerah terpencil, pedesaan, hingga perbatasan, anak-anak dari keluarga prasejahtera kini memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan memperluas wawasan.

Nunuk menjelaskan bahwa Kemendikdasmen berperan dalam menyiapkan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat.

“Kandidat guru berasal dari lulusan program PPG Calon Guru yang telah bersertifikat pendidik, sedangkan kandidat kepala sekolah dari data guru PNS pemerintah daerah yang telah memenuhi syarat sesuai aturan,” jelasnya.

Pengamat pendidikan Ina Liem turut mengapresiasi konsep sekolah berasrama ini. Menurutnya, sistem asrama merupakan inovasi penting untuk melindungi anak dari eksploitasi dan kekerasan.

“Sekolah reguler tidak cukup. Anak-anak ini perlu lingkungan aman dan terproteksi 24 jam agar bisa fokus belajar,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Jadi Prioritas

16 October 2026 - 06:12

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Jadi Modal Pembangunan

16 October 2026 - 06:12

Dua Tahun Pragib, Guru Besar UI Apresiasi Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas

16 October 2026 - 06:12

Lapangan Kerja Berkualitas dan Ketahanan Ekonomi Jadi Prioritas Pembangunan Nasional

16 October 2026 - 06:12

Guru Besar FEB UI: Penguatan Ekonomi Inklusif Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

16 October 2026 - 06:12

Trending on Berita