Menu ✖

Dark Mode
Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat Karhutla Ditekan lewat Modifikasi Cuaca dan Penguatan Pengawasan Hutan

Berita

Presiden Prabowo Perintahkan Dapur MBG Gunakan Test Kit

badge-check


					Presiden Prabowo Perintahkan Dapur MBG Gunakan Test Kit Perbesar

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar seluruh dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah wajib menggunakan test kit pangan sebelum proses distribusi makanan kepada peserta didik. Kebijakan ini ditegaskan merespons kasus keracunan massal program MBG dan sebagai langkah konkret untuk memastikan keamanan, kebersihan, serta kualitas gizi makanan yang disajikan bagi anak-anak Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi, Presiden Prabowo memberikan instruksi spesifik soal kelengkapan yang harus dipenuhi dapur MBG.

“Presiden menegaskan kepada Kepala BGN bahwa setidaknya pada minggu depan ini, dapur-dapur harus sudah dilengkapi dengan alat tes kit,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Teddy memaparkan bahwa alat test kit itu digunakan untuk mengecek kebersihan makanan dan menyaring air bersih.

“Mengecek kebersihan makanan, alat pencuci dan pengering higienis dilengkapi air hangat dan alat khusus untuk menghindari bakteri, serta penyediaan filter air bersih,” imbuhTeddy.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan bahwa Presiden Prabowo telah memberi instruksi agar seluruh dapur MBG mencontoh operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Polri. Dalam hal ini, SPPG Polri telah menerapkan penggunaan alat rapid test sebelum makanan didistribusikan untuk mencegah kasus keracunan.

“Mereka melakukan rapid test sebelum makanan itu diedarkan,” ungkap Dadan.

Menurut Dadan, standar yang diterapkan oleh SPPG Polri ini dinilai bagus karena dilaporkan tidak ada kasus keracunan MBG. Oleh karena itu, model ini dapat menjadi contoh bagi SPPG di wilayah lain.

Badan Gizi Nasional (BGN) pun menyoroti banyaknya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur dalam program MBG yang belum memiliki sanitasi air yang baik. Mereka meyakini kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang berpotensi memicu kasus keracunan makanan di sejumlah daerah dalam dua bulan terakhir.

Kebijakan penggunaan test kit ini dipandang sebagai bentuk penguatan tata kelola dan pengawasan program MBG, yang menjadi salah satu prioritas nasional dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mencegah terjadinya kasus keracunan pangan di sekolah dan memastikan setiap anak menerima asupan makanan yang sehat, bergizi, dan aman.—

[edRW]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional

20 October 2026 - 01:15

Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG

20 October 2026 - 01:14

Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara

20 October 2026 - 01:14

Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG

20 October 2026 - 01:14

Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat

20 October 2026 - 01:14

Trending on Berita