Menu ✖

Dark Mode
RUU Perampasan Aset Kawal Pemulihan Uang Negara dari Korupsi RUU Perampasan Aset Dikawal agar Korupsi Tak Lagi Menang RUU Perampasan Aset Jadikan Koruptor Makin Susah Bernapas    RUU Perampasan Aset Membuat Koruptor Kehilangan Tempat Pulang   Pasokan BBM Nasional Cukup, Pemerintah Antisipasi Tekanan Geopolitik Pasokan BBM Dijaga Stabil saat Geopolitik Dunia Memanas

Opini

Pemerintah Pastikan Penegakan Supremasi Sipil Sesuai Tuntutan 17+8

badge-check


					Pemerintah Pastikan Penegakan Supremasi Sipil Sesuai Tuntutan 17+8 Perbesar

Oleh : Ni Putu Ayu Ratih )*

Gelombang aspirasi publik yang terangkum dalam tuntutan 17+8 menjadi salah satu momentum penting bagi bangsa ini untuk kembali menegaskan arah demokrasi. Di antara berbagai isu yang mengemuka, salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah penegakan supremasi sipil. Prinsip ini menegaskan bahwa kendali negara harus senantiasa berada di tangan sipil yang mendapat mandat langsung dari rakyat, sementara militer menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan. Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan komitmennya untuk menjaga prinsip tersebut, dan sikap itu mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menilai komitmen Presiden merupakan bukti nyata keberpihakan pada demokrasi. Menurutnya, dengan menempatkan supremasi sipil sebagai pijakan utama, negara semakin menunjukkan kedewasaan politik dan penghormatan pada kedaulatan rakyat. Ia menekankan bahwa meski Presiden berasal dari latar belakang militer, pernyataan bahwa pemerintahan harus tetap di bawah kendali sipil merupakan pesan penting sekaligus penghormatan terhadap amanat reformasi. Soleh juga menggarisbawahi, demokrasi tidak boleh dipahami hanya sebatas pemilu, melainkan harus dijalankan melalui tata kelola negara yang berlandaskan konstitusi serta prinsip sipil yang kuat.

Lebih jauh, Soleh menjelaskan bahwa sikap Presiden ini selaras dengan semangat reformasi 1998 yang menuntut pemisahan tegas antara militer dan politik praktis. Baginya, TNI dan Polri telah memiliki peran strategis pada bidang pertahanan dan keamanan, sementara kebijakan politik dan pemerintahan harus ditentukan oleh sipil. Dengan dasar itu, ia menilai komitmen Prabowo membawa angin segar karena memperkuat stabilitas politik, transparansi pemerintahan, serta profesionalisme dalam pembangunan nasional. Soleh menegaskan DPR RI siap mengawal langkah Presiden agar prinsip ini benar-benar diwujudkan dalam kebijakan konkret.

Dukungan serupa juga datang dari kalangan akademisi. Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai sikap Presiden yang menjunjung tinggi supremasi sipil merupakan hal yang menenangkan. Ia mengatakan komitmen itu layak diapresiasi karena menjamin kekuasaan tetap berada di tangan sipil yang dipilih rakyat melalui pemilu yang jujur dan terbuka. Jamiluddin menambahkan, dengan adanya supremasi sipil, peralihan kepemimpinan tidak mungkin terjadi melalui cara-cara nonkonstitusional seperti kudeta. Transisi kekuasaan hanya diakui melalui pemilu demokratis, sehingga rakyat dapat terus merasa aman atas jalannya pemerintahan.

Dari kalangan tokoh masyarakat, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menegaskan bahwa Presiden telah berulang kali menegaskan komitmen menegakkan supremasi sipil. Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Gerakan Nurani Bangsa di Istana Kepresidenan. Menurut Lukman, para tokoh yang hadir mendorong Presiden untuk mendengarkan aspirasi rakyat, termasuk terkait aktivis dan mahasiswa yang masih berurusan dengan hukum pasca-demonstrasi Agustus lalu. Ia berharap pernyataan Presiden bukan hanya berhenti di tataran retorika, tetapi juga diwujudkan dalam langkah nyata. Dengan begitu, komitmen yang disampaikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Tidak kalah penting, Tentara Nasional Indonesia juga menunjukkan sikap terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Freddy Ardianzah, menegaskan bahwa pihaknya menghargai seluruh tuntutan dalam 17+8, termasuk tiga poin yang diarahkan untuk TNI. Ia menekankan bahwa TNI menghormati supremasi sipil, sekaligus mengapresiasi adanya masukan publik sebagai bentuk kepedulian terhadap demokrasi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa hubungan sipil dan militer saat ini terbangun dengan sehat, dan semangat reformasi tetap menjadi pedoman utama.

Jika ditarik dalam konteks lebih luas, komitmen pemerintah menjaga supremasi sipil bukan hanya berdampak domestik, tetapi juga memberi pesan kuat ke dunia internasional. Soleh menyebut sikap Presiden sebagai sinyal positif bahwa Indonesia konsisten memelihara demokrasi di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Banyak negara gagal menjaga keseimbangan antara sipil dan militer, tetapi Indonesia justru meneguhkan diri sebagai bangsa yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Momentum ini penting untuk dipahami seluruh elemen bangsa. Masyarakat harus melihat bahwa langkah Presiden bukan sekadar simbol, melainkan strategi besar untuk memperkokoh demokrasi Indonesia. Dengan supremasi sipil, jalannya pemerintahan akan lebih transparan, kebijakan publik dapat lebih akuntabel, dan pembangunan bisa berjalan konsisten sesuai aspirasi rakyat. DPR RI pun telah menyatakan dukungan penuh, sementara akademisi dan tokoh masyarakat mengingatkan agar komitmen itu terus dikawal.

Kehadiran tuntutan 17+8 yang disuarakan rakyat seyogianya dilihat sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Pemerintah telah merespons dengan sikap terbuka, dan salah satu yang paling fundamental adalah memastikan supremasi sipil ditegakkan. Inilah bentuk nyata bahwa pemerintah mendengar suara rakyat sekaligus berupaya memenuhi harapan mereka.

Karena itu, mari bersama-sama kita dukung komitmen Presiden Prabowo dan pemerintah dalam menjaga supremasi sipil sebagai bagian dari tuntutan 17+8. Dengan kepercayaan dan partisipasi rakyat, demokrasi Indonesia akan semakin kokoh, stabilitas politik tetap terjaga, dan pembangunan nasional berjalan sesuai amanat konstitusi. Inilah saatnya kita buktikan bahwa suara rakyat benar-benar menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan negara.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RUU Perampasan Aset Jadikan Koruptor Makin Susah Bernapas   

16 October 2026 - 00:34

RUU Perampasan Aset Membuat Koruptor Kehilangan Tempat Pulang  

16 October 2026 - 00:34

Pasokan BBM Aman, Pemerintah Siaga Menghadapi Gejolak Global    

16 October 2026 - 00:34

Pasokan BBM Aman, Mobilitas Rakyat Tetap Punya Pegangan  

16 October 2026 - 00:34

Dua Tahun Prabowo-Gibran Menjadi Ruang Adu Gagasan yang Sehat

16 October 2026 - 00:34

Trending on Opini