Menu ✖

Dark Mode
Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat Karhutla Ditekan lewat Modifikasi Cuaca dan Penguatan Pengawasan Hutan

Berita

Pemerintah Pastikan Swasembada Pangan Terwujud 2025

badge-check


					Pemerintah Pastikan Swasembada Pangan Terwujud 2025 Perbesar

Jakarta – Pemerintah optimistis target swasembada pangan nasional, khususnya beras, dapat segera terwujud. Berbagai kebijakan strategis mulai dari perluasan lahan, intensifikasi pertanian, hingga percepatan pembangunan kawasan pangan terus dijalankan demi memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, mengatakan capaian swasembada beras bahkan diperkirakan sudah bisa terealisasi pada tahun ini. Menurutnya, langkah pemerintah dalam memperkuat produksi melalui program ekstensifikasi lahan dan kebijakan pembangunan kawasan pangan telah membuahkan hasil positif.

“Kalau kita bilang swasembada untuk komoditas beras, sudah bisa tahun ini dicapai,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa dengan produksi yang memadai, masyarakat dapat lebih tenang karena ketersediaan beras terjamin, sementara pemerintah bisa lebih fokus mengembangkan diversifikasi pangan.

“Pencapaian ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi petani, tetapi juga bagi ketahanan pangan nasional secara keseluruhan,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, juga menyampaikan optimisme terkait produksi beras nasional. Berdasarkan proyeksi Kementerian Pertanian, hingga akhir 2025 total produksi beras Indonesia diperkirakan mencapai 33 hingga 34 juta ton. Angka tersebut menunjukkan adanya surplus sekitar 3,5 juta ton dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya.

“Menurut catatan BPS (Badan Pusat Statistik), maka di akhir Desember (2025) nanti diperkirakan (produksi beras) surplus 3,5 juta ton dibanding tahun lalu. Insya Allah kalau ini berjalan sebagaimana mestinya, harusnya kita tidak impor beras di tahun ini,” kata Sudaryono.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata hasil kerja keras para petani yang didukung oleh kebijakan pemerintah. Pemerintah juga berkomitmen menjaga stabilitas harga beras di pasaran agar hasil panen petani terserap dengan baik dan memberikan keuntungan optimal.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyebut bahwa pihaknya tengah berupaya meningkatkan produktivitas dengan mendorong intensifikasi pertanian. Salah satu strategi yang dijalankan adalah meningkatkan frekuensi panen padi dari dua kali menjadi tiga kali setahun.

“Saat ini kita baru dua kali panen, tapi kita ingin bisa tiga kali panen. Dengan begitu, intensifikasi pertanian bisa meningkat dan hasil pertanian kita akan jauh lebih optimal,” tuturnya.***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional

20 October 2026 - 01:15

Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG

20 October 2026 - 01:14

Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara

20 October 2026 - 01:14

Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG

20 October 2026 - 01:14

Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat

20 October 2026 - 01:14

Trending on Berita