Menu ✖

Dark Mode
Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat Karhutla Ditekan lewat Modifikasi Cuaca dan Penguatan Pengawasan Hutan

Berita

Jaga Indonesia Aman dan Damai; Masyarakat Jangan Terhasut Aksi Anarkis Nepal

badge-check


					Jaga Indonesia Aman dan Damai; Masyarakat Jangan Terhasut Aksi Anarkis Nepal Perbesar

Jakarta – Stabilitas nasional adalah kunci untuk menjaga keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai pihak menyerukan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terprovokasi oleh aksi-aksi anarkis yang justru merugikan bangsa sendiri. Seruan ini semakin menguat setelah mencuatnya kabar mengenai kericuhan besar dalam demonstrasi di Kathmandu, Nepal, yang berujung pada tindakan brutal dan merusak fasilitas publik.

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh meniru tindakan yang justru merugikan masyarakat tersebut. Ia menekankan bahwa generasi muda seharusnya menjadikan demonstrasi damai sebagai teladan dalam menyampaikan aspirasi. “Saya mengingatkan agar anak muda Indonesia tidak meniru aksi brutal dan anarkis seperti yang terjadi dalam demonstrasi di Kathmandu, Nepal. Tirulah seperti aksi 212, jumlahnya jutaan dan damai,” ujarnya.

Menurut Andi, demonstrasi 212 menjadi bukti nyata bahwa aspirasi publik bisa disampaikan dengan cara yang tertib, damai, dan beradab. Tanpa tindakan anarkis, jutaan massa bisa berkumpul tanpa merusak fasilitas negara maupun menimbulkan keresahan. Model aksi damai seperti itu, menurutnya, justru memperkuat citra demokrasi di Indonesia dan menjaga persatuan bangsa.

Sejalan dengan itu, anggota DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti, turut mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap ajakan provokatif yang bersumber dari media sosial. Menurutnya, sejumlah demonstrasi di Indonesia akhir-akhir ini terlihat mulai keluar dari jalur aspirasi murni. “Kita lihat aksi-aksi demo di sejumlah daerah di Indonesia terkesan sudah tidak murni lagi, karena terprovokasi oleh kelompok tertentu yang diduga bersumber dari media sosial untuk membuat kegaduhan, yang cenderung anarkis,” tegas Rudi.

Rudi menilai, media sosial sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan propaganda, hoaks, dan ajakan yang menjurus pada tindakan merusak. Ia menyerukan kepada mahasiswa, pelajar, dan seluruh elemen masyarakat untuk tetap kritis, namun tidak terjebak dalam provokasi. Menurutnya, menjaga ketertiban adalah bentuk kontribusi nyata dalam mempertahankan keamanan bangsa.

Seruan para tokoh ini mencerminkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga Indonesia tetap aman dan damai. Masyarakat diharapkan mampu memilah informasi, mengedepankan cara-cara yang bermartabat dalam menyampaikan pendapat, serta menolak segala bentuk provokasi anarkis.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional

20 October 2026 - 01:15

Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG

20 October 2026 - 01:14

Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara

20 October 2026 - 01:14

Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG

20 October 2026 - 01:14

Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat

20 October 2026 - 01:14

Trending on Berita