Menu ✖

Dark Mode
Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat Karhutla Ditekan lewat Modifikasi Cuaca dan Penguatan Pengawasan Hutan

Berita

Indonesia Tetap Kondusif, Tak Bisa Disamakan dengan Nepal

badge-check


					Indonesia Tetap Kondusif, Tak Bisa Disamakan dengan Nepal Perbesar

Gelombang protes di Nepal semakin memanas. Ribuan orang kembali memenuhi jalan-jalan di Kathmandu dan membakar gedung parlemen hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli mengumumkan pengunduran dirinya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ad interim, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan kondisi Indonesia saat ini tetap aman.

Sjafrie menegaskan pemerintah mengedepankan komunikasi dengan masyarakat sambil menjaga kewaspadaan terhadap potensi aksi di berbagai daerah.

“Kami terus melakukan komunikasi sosial, sambil menjaga kesiapsiagaan baik secara operasional maupun melalui dialog dengan masyarakat di wilayah,” ujarnya.

Sjafrie menambahkan, gagasan para demonstran perlu diserap melalui komunikasi agar terbangun kesamaan pandangan dalam menjaga kedaulatan negara.

Sebagai Ketua Dewan Pertahanan Nasional, ia memastikan kondisi nasional berada dalam keadaan terkendali.

“Saya menjamin wilayah nasional dalam keadaan kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, politisi Partai Demokrat Andi Arief turut mengingatkan generasi muda Indonesia untuk tidak meniru tindakan anarkis seperti di Nepal.

Ia menyebut bahwa aksi di Kathmandu hanya menimbulkan kerusakan, sedangkan di Indonesia ada contoh unjuk rasa damai dengan jumlah besar.

“Anak-anak Gen Z jangan meniru gerakan brutal seperti di Nepal. Lebih baik mencontoh aksi 212 yang jutaan orang hadir dengan damai. Apalagi kalau hanya menuntut 17+8,” katanya melalui akun X.

Untuk diketahui, demonstrasi di Indonesia sempat terjadi pada 25 Agustus hingga 1 September 2025.

Meski demikian, situasi di Indonesia tetap dapat dikelola dengan pendekatan persuasif dan berjalan kondusif.

Sebelumnya, mantan Penasihat Ekonomi Utama Pemerintah India, Sanjeev Sanyal, menilai bahwa gerakan mahasiswa di Asia Selatan memiliki pola yang serupa dan mencurigakan.

Sanyal bahkan menarik benang merah antara gejolak di Nepal dengan unjuk rasa di sejumlah negara lain seperti Bangladesh hingga Srilanka. ***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional

20 October 2026 - 01:15

Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG

20 October 2026 - 01:14

Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara

20 October 2026 - 01:14

Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG

20 October 2026 - 01:14

Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat

20 October 2026 - 01:14

Trending on Berita