Menu ✖

Dark Mode
KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen Pemerintah Antisipasi Tekanan Global, Defisit APBN Dijaga di Bawah Batas

Berita

Gelorakan Bangga Merah Putih di Tengah Derasnya Arus Globalisasi Visual

badge-check


					Gelorakan Bangga Merah Putih di Tengah Derasnya Arus Globalisasi Visual Perbesar

JAKARTA – Sangat penting bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk senantiasa menggelorakan rasa bangga terhadap Merah Putih di tengah derasnya arus globalisasi visual belakangan ini. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, terdapat fenomena pengibaran bendera bajak laut dari serial anime One Piece muncul di sejumlah wilayah. Tren visual global tersebut kemudian menimbulkan pro dan kontra, terutama terkait bagaimana posisi simbol negara dalam ruang ekspresi para generasi muda.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, menilai bahwa tren tersebut sebagai bentuk aspirasi dari masyarakat yang patut untuk didengar, bukan justru dimatikan.

“Yang mereka lakukan itu bukan pemberontakan. Mereka hanya ingin didengar. Sama seperti di One Piece, banyak karakter memberontak bukan karena benci, tapi karena kecewa dan ingin perubahan,” katanya di Jakarta.

Menurut Immanuel, Merah Putih sejatinya adalah lambang sakral negara yang sama sekali tidak boleh tergantikan oleh simbol lain dalam bentuk apapun, termasuk simbol hiburan populer seperti anime One Piece. Pentingnya peran negara dalam memahami konteks sosial anak muda di jaman sekarang.

“Kalau anak-anak muda merasa nilai-nilai itu tidak ada dalam kehidupan nyata, itu artinya kita harus evaluasi cara kita hadir. Energi mereka jangan dimatikan, tapi diarahkan ke hal positif,” imbuhnya.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, juga menyampaikan pandangan serupa. Selama pengibaran bendera One Piece dilakukan sebagai ekspresi komunitas dan tidak membenturkan dengan simbol negara, hal tersebut masih dalam batas wajar.

“Kalau sebagai bentuk ekspresi, it’s okay. Tapi jangan dipertentangkan dengan Merah Putih. Kita ini anak bangsa, dan Merah Putih itu satu-satunya,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menegaskan tidak ada razia simbol budaya populer, namun pemerintah akan tegas terhadap upaya provokasi yang menyimpang dan juga mengajak seluruh masyarakat memaknai Agustus sebagai bulan yang sakral.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa ekspresi warga tetap sah selama Bendera Merah Putih dikibarkan di posisi tertinggi.

“Yang terpenting adalah setiap orang itu mencintai Indonesia, memasang Bendera Merah Putih itu paling atas,” ucapnya.

Di tengah arus globalisasi visual, penguatan nilai nasionalisme melalui Merah Putih harus tetap menjadi landasan yang tak tergantikan. Momentum kemerdekaan menjadi panggilan untuk menguatkan identitas bangsa. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas

25 October 2026 - 00:04

Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi

25 October 2026 - 00:04

Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen

25 October 2026 - 00:04

Trending on Berita