Menu

Dark Mode
Pemerintah Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman dan Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi Stok BBM Nasional Aman, Pemerintah Pastikan Cadangan di Atas Standar Minimum BBM Nasional Aman, Mobilitas dan Ekonomi Rakyat Terjaga Cadangan BBM Aman, Ketahanan Energi Nasional Makin Kokoh Hadapi Gejolak Global Reformasi Perpajakan Dorong Pajak Jadi Fondasi Ketahanan Nasional Pajak Jadi Fondasi Ketahanan Nasional, Penerimaan Semester I Tembus Rp1.035,7 Triliun

Berita

Pemerintah Tindak Tegas Mafia Regulasi Demi Masa Depan Lulusan Profesional

badge-check


					Pemerintah Tindak Tegas Mafia Regulasi Demi Masa Depan Lulusan Profesional Perbesar

Jakarta — Pemerintah menyoroti hambatan regulasi dalam dunia kerja profesional yang dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya pengangguran di kalangan lulusan sarjana.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, menyebut adanya praktik mafia regulasi yang merugikan lulusan dan mempersempit akses kerja, khususnya di bidang-bidang seperti farmasi dan kedokteran.

Menurut Immanuel, regulasi yang mewajibkan pendidikan profesi tambahan sering kali menjadi beban berat bagi lulusan. Biaya pendidikan profesi yang tinggi membuat banyak lulusan tidak mampu melanjutkan studi, sementara di sisi lain mereka dituntut segera bekerja. Akibatnya, mereka tertahan di antara kelulusan dan dunia kerja.

“Kerja profesi itu kan pakai uang lagi. Di sisi lain orang tua, keluarganya nuntut untuk yang lulus ini agar segera bekerja. Tuntutan untuk melanjutkan sekolah profesi nggak ada karena nggak ada uang. Belum, kalau pun sudah sekolah profesi. Berkali-kali mereka tidak diluluskan. Artinya ada mafia kesehatan, ada mafia regulasi di situ,” ujarnya.

Data menunjukkan angka pengangguran dari lulusan sarjana diperkirakan mencapai satu juta orang. Immanuel menegaskan bahwa masalah ini bukan soal kemampuan, tetapi sistem yang tidak adil dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Ia menekankan pentingnya membongkar praktik-praktik curang yang mengakar di dunia pendidikan profesi dan ketenagakerjaan.

Ia juga menyatakan bahwa regulasi selama ini kerap menjadi sarana bagi kelompok tertentu untuk bermain kepentingan.

“Regulasi ini pasti perjalanan kepentingan. Nah itu kita akan cari dan kita akan kerjasama,” katanya.

Sebagai bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Immanuel menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah tegas terhadap mafia regulasi. Ia merasa memiliki mandat kuat untuk membersihkan sistem dari pihak-pihak yang mempermainkan nasib generasi muda.

“Nah, sekarang kita dengan hadirnya pemerintah Pak Prabowo, mafia-mafia itu kita lawan. Apalagi saya ada menteri saya, ada wamen, gue lawan tuh kayak gitu-gitu,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan menggandeng berbagai pihak untuk menata ulang regulasi dan membuka jalan masuk yang lebih adil ke dunia kerja profesional. Langkah ini mencakup audit terhadap lembaga pendidikan profesi dan evaluasi terhadap sistem kelulusan.

Immanuel menyebut langkah konkret sedang disusun untuk memitigasi kerugian yang selama ini dialami lulusan. Pemerintah menargetkan reformasi menyeluruh agar proses transisi dari pendidikan ke kerja berjalan transparan dan tidak terhambat oleh kepentingan tersembunyi.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman dan Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi

27 July 2026 - 01:21

Stok BBM Nasional Aman, Pemerintah Pastikan Cadangan di Atas Standar Minimum

27 July 2026 - 01:21

Reformasi Perpajakan Dorong Pajak Jadi Fondasi Ketahanan Nasional

27 July 2026 - 01:21

Pajak Jadi Fondasi Ketahanan Nasional, Penerimaan Semester I Tembus Rp1.035,7 Triliun

27 July 2026 - 01:21

Pemerintah Siapkan Universitas Republik Indonesia untuk Perkuat Pendidikan Kepemimpinan

27 July 2026 - 01:21

Trending on Berita